Icip icip Kuliner
Dagingnya Padat, Pedasnya Nonjok, Ini Dia Sate Taichan Pertama di Semarang, Berani Coba?
Sate Taichan Disco, kedai taichan pertama yang berdiri di Semarang. Kedai ini menjual sate tersebut sejak bulan Juli 2016
TRIBUNJATENG.COM - Sate yang merupakan makanan khas Indonesia ini lazimnya dibalut dengan berbagai macam bumbu, yang paling populer ilah Sate Madura yang dihidangkan dengan bumbu kacang.
Namun, sate yang satu ini terkenal dengan warnanya yang putih tak menggunakan bumbu apalagi kacang dan kecap.
Ya, sate taichan namanya. Jenis sate yang bermula dari Jakarta ini, kini hadir di Semarang. Tusukan daging ayam putih tersebut memiliki citarasa khas yang menggabungkan gurih, asam dan super pedas.
Sate Taichan Disco, kedai taichan pertama yang berdiri di Semarang. Kedai ini menjual sate tersebut sejak bulan Juli 2016, tepatnya saat bulan puasa.

Lokasi baru sate taichan, pertama di Semarang
Sharon, pemilik usaha yang ada dibalik sate ini mengaku terinspirasi dari sate taichan di Jakarta. Ia yang dulu bekerja sebagai disc jokey (DJ) di salah satu club di Jakarta, harus pulang ke Semarang karena melahirkan. Selepas itu, iapun mengisi waktu dengan membawa resep sate taichan yang dipelajarinya di Jakarta.
“Dulu pertama kali dibawa kesini belum semantap ini rasanya, masih ngeraba-raba. Akhirnya belajar terus sama temen yang punya usaha taichan juga di Kemang, akhirnya nemu resep terbaik,” ujarnya pada Tribun Jateng saat datang ke kedainya di area Simpang Lima, Rabu (30/11/2016).
Lucunya, dahulu ia malah tidak menyukai kuliner ini. Tapi menurutnya setelah ia meracik bumbunya sendiri, kini ia malah sangat menyukainnya.
Setelah cukup lama menunggu antrean, tiba juga seporsi sate taichan lengkap dengan cabai dan lontong yang teriris rapi diatas meja. Tribun Jateng pun segera mencicipi daging ayam putih yang menggoda tersebut.

Seporsi sate taichan
Gigitan pertama Tribun Jateng mencobanya tanpa sambal, ternyata daging ayam yang padat tersebut sudah terasa gurih dan pedas. Terlihat bumbu berwarna merah transparan pun sudah menempel lekat di daging, dan tak berbau amis.
“Ya, kita memang membakarnya sudah dengan bumbu, jadi buat yang tak suka terlalu pedas bisa menikmati rasa taichan tanpa harus kepedasan tapi juga dapet rasa aslinya,” ujar DJ dengan nama panggung Sharon Electra tersebut.
Begitu dioles sate dioles ke sambalnya, rasa asam jeruk nipis bercampur gurih dan pedasnya bumbu begitu terasa. Terkejut dengan rasa pedasnya Tribun Jateng pun langsung menyantap lontong disampingnya. Tekstur yang lembut namun padat sangat menambah selera makan kali itu.
Sharon menjelaskan saus cabai yang dibuatnya asli menggunakan cabai rawit super. Cara pembuatannya pun menggunakan teknik sambal korek, yaitu dengan mengguyur minyak panas ke gilingan cabai rawit super tersebut.
Rasa asam sendiri asli dari jeruk nipis, sedangkan gurih dihasilkan dari olahan garam dengan rempah penyedap lainnya. Sedangkan lontong sendiri dibuat oleh penjual sate Madura yang terkenal dengan lontongnya yang pas untuk hidangan sate.

Dibakar dengan menggunakan bumbu cabai
Salah satu yang berbeda di sate taichan ini ialah ada varian menu unik, yaitu taichan saus black papper. Hidangan ini merupakan inovasi baru yang dibuat kedai Sate Taichan Disco.
Soal nama kedai sendiri, Sharon menamainya disco karena usaha tersebut dibangun ia bersama suaminya yang juga merupakan DJ. Kecintaannya terhadap dunia DJ dituangkannya juga di konsep bisnis tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/lezatnya-seporsi-sate-taicha_20161202_154727.jpg)