ASTAGA, Pria Ini Tega Bacok Ustaz Ketika Mabuk, Ternyata Takut Kedoknya terbongkar
Sebelum penganiayaan, tersangka yang berada dalam pengaruh minuman keras (miras) datang ke rumah Ustaz Reza.
TRIBUNJATENG.COM, SURABAYA – Dalam kondisi mabuk, tak ada lagi belas kasihan, iba, dan perasaan hormat.
Itu pula yang dialami M Junaidi (33), pria yang indekos di Jalan Kalimas Baru, Surabaya, Jawa Timur.
Dia harus rela menghuni sel tahanan Polsek Kenjeran Surabaya setelah ngamuk dan membacok Ahmad Reza Musaeil (43), seorang ustaz di Jalan Sidotopo, Surabaya.
Tersangka membacok korban lantaran takut kedoknya sebagai pelaku curanmor dibongkar.
Setiap beraksi, tersangka selalu bersama Sujak.
Sujak merupakan santri Ustaz Reza.
Junaidi dan Sujak sudah beraksi di sembilan lokasi, selalu sukses.
Lambat-laun, tersangka mengidap paranoid.
Saat tak bersama Sujak, dia selalu ketakutan jika Sujak melaporkannya ke polisi.
Sebelum penganiayaan, tersangka yang berada dalam pengaruh minuman keras (miras) datang ke rumah Ustaz Reza.
Bertujuan mencari Sujak, dia tak lupa menyelipkan sebilah pisau penghabisan atau pisau potong hewan.
Setibanya di sana, tersangka bertemu korban.
Junaidi lalu menanyakan keberadaan Sujak yang dijawab tidak ada.
Jawaban itu membuat tersangka emosi.
"Karena dianggap menghalangi dan menyembunyikan Sujak, tersangka lalu mencabut pisau dan menyerang korban," jelas AKP Ahmad Faisol, Kapolsek Kenjeran, Jumat (2/12/2016).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bacok-ustaz_20161203_004756.jpg)