Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Setelah Hujat NU, Khotib Dimaafkan. Tapi Sebelumnya, Dia Harus Melakukan Syarat Ini

Dengan mengenakan baju koko berwarna putih, kopyah putih, sarung berwarna hijau, Mohammad Khotib mengaku menyesal

Editor: muslimah
Surya
Mohamamd Khotib, mintaa maaf kepada ulama NU Pamekasan dan membuat pernyataan tertulis tidak mengulangi perbuatannya. 

TRIBUNJATENG.COM, PAMEKASAN – Mohammad Khotib (25), warga Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, Sampang, Madura, meminta maaf kepada sejumlah ulama NU Pamekasan, berkaitan dengan tulisan di status media sosial FB miliknya, yang mengarah kepada kebencian, Minggu (4/12/2016).

Dengan mengenakan baju koko berwarna putih, kopyah putih, sarung berwarna hijau, Mohammad Khotib mengaku menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

Karena dirinya benar-benar tidak mengerti makna dari kata yang ditulis di status FB miliknya itu.

Dalam status yang dibuat pada Jumat (2/12/2016) lalu, Mohammad Khotib berkomentar NU A****. Dalam benaknya, kata A**** bagi Mohammad Khotib mempunyai makna santai-santai.

“Demi Allah saya benar-benar tidak mengerti dan tidak tahu arti sebenarnya kata Asuu yang saya tulis itu. Karena itu, saya minta maaf,” kata Mohammad Khotib dengan wajah tertunduk kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Saat minta maaf di kantor PC NU Pamekasan, Jl RA Abdul Azis, Mohammad Khotib ditemui sejumlah ulama NU, di antaranya Ketua PC NU Pamekasan, RKH Taufik Hasyim.
Wakil Ketua PC NU Pamekasan, KH Sahibuddin.

Wakil Katib KH Mudarris, Murti Ketua Lembaga Perlindungan dan Bantuan Hukum NU Judy Keishna Murti dan Banser NU Mahrus Miyanto.

Namun permintaan maaf Mohammad Khotib tidak langsung diterima begitu saja, karena di antara kiai belum ada yang tidak sepakat jika hanya langsung minta maaf begitu saja.

Ujaran kebencian yang dilakukan Mohamad Khotib dinilai melecehkan NU dan di antara kiai menghendaki Mohammad Khotib dilaporkan ke Polres Pamekasan dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Setelah melalui pertemuan cukup dan musyararah, serta meminta pertimbangan pertimbangan kepada beberapa jajaran Syuriah NU, kemudian diperoleh kesepakatan permintaan maaf Mohammad Khotib diterima dengan beberapa syarat.

Beberapa syarat itu Mohammad Khotib harus mengklarifikasi hujatan kepada NU di media sosial, sekaligus meminta maaf yang disampaikan melalui media cetak dan media elektronik.

“Kami sepakat untuk memberi maaf Khotib, selain syarat di atas harus dipenuhi, juga Khotib harus membuat surat pernyataan tertulis di atas materai, tidak akan mengulangi lagi perbuatannya itu,” kata Ketua PCNU Pamekasan, RKH Taufik Hasyim kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

"Selain itu, Khotib disarankan menemui sekaligus silaturrahmi ke sejumlah Rois Syuriah NU Pamekasan, yakni KH. Mannan Fadholi, KH. Afifuddin Thoha, KH. Misbah dan KH. Muzammil. Hasil silaturrahimnya disampaikan ke PCNU," imbuh Kiai Taufik.

Dengan tindakan yang dilakukan Khotib ini akan menjadi pelajaran bagi yang lain agar tidak melakukan perbuatan ujaran kebencian terhadap lembaga NU.

Tidak hanya di Pamekasan tapi di tempat lain. Sehingga masyarakat yang akan mengeluarkan perkataan atau tulisan lewat media sosial lebih berhati-hati. (*)

Sumber: Surya
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved