Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

KISAH Satpam Kampus Sukses Raih Gelar Doktor, Baru Berusia 32 Tahun

Halaman demi halaman ia jelaskan di hadapan para penguji yang seluruhnya merupakan guru besar.

Editor: abduh imanulhaq

TRIBUNJATENG.COM, BANDA ACEH - Menuntut ilmu adalah bagian dari proses kehidupan yang dilakukan terus menerus hingga akhir hayat.

Menuntut ilmu atau belajar tak memandang usia, apalagi profesi.

Sulaiman yang sehari-hari bekerja sebagai petugas satpam Biro Rektor UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, membuktikannya.

Selasa (6/12/2016), dia berhasil menyematkan gelar doktor di depan namanya, sebuah gelar bergengsi dalam dunia pendidikan.

Pria kelahiran Hagu (Pidie Jaya), 3 Juni 1984, itu menyelesaikan program doktoral sembari bertugas sebagai satpam di kampus yang dulu bernama IAIN Ar-Raniry.

Ia memaparkan disertasinya dalam sidang promosi doktor di gedung Pascasarjana UIN Ar-Raniry.

Sulaiman memaparkan disertasi berjudul Manajemen Kelas dan Implikasinya terhadap Kualitas Pembelajaran: Suatu Kajian tentang Classroom Climate pada Madrasah Aliyah di Aceh.

Halaman demi halaman ia jelaskan di hadapan para penguji yang seluruhnya merupakan guru besar.

Rektor UIN Ar- Raniry, Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA, juga menjadi penguji Sulaiman.

Penguji lain Prof Dr Rusjdi Ali Muhammad SH, Prof Eka Srimulyani MA PhD, Prof Dr Yusrizal MEd, Prof Dr Misri A Muchsin MA, Prof Dr Cut Zahri Harun MEd, dan Prof Dr Warul Walidin Ak MA.

Prof Warul juga bertindak sebagai promoter.

Sulaiman akhirnya berhasil meraih nilai dengan predikat sangat baik dalam sidang akhir tersebut.

Dalam disertasinya, Sulaiman membahas manajemen kelas yang tak hanya bersifat fisik melainkan juga nonfisik (sosio-emosional).

Pentingnya bahasan ini, kata dia, karena aspek manajemen sosio-emosional di lapangan belum terlaksana optimal.

"Saat ini masih banyak interaksi pembelajaran di kelas pada madrasah Aliyah di Aceh yang belum terjalin baik. Idealnya, guru yang mengajar harus dapat membangun hubungan emosional dengan peserta didik. Jadi dapat menciptakan pembelajaran yang kondusif dan meningkatkan aktivitas belajar peserta didik," tuturnya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved