Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Polisi Cari Pemilik Akun Dragon TV yang Sebarkan Kabar Hoax Petinggi TNI

Setelah Kivlan Zen dan Adityawarman ditangkap karena diduga hendak melakukan makar, terdapat akun di YouTube yang menyebarkan video menyesatkan.

Editor: abduh imanulhaq
WARTA KOTA/BINTANG PRADEWO
Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya memberi keterangan soal kabar hoax yang disebarkan akun Dragon TV di Mapolda, Selasa (6/12/2016). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Beredarnya konten video dari Dragon TV yang menyebutkan petinggi TNI mengamuk karena dua purnawirawan ditangkap, dinyatakan pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya sebagai hoax.

Oleh sebab itu, penyidik dari Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya akan mencari dan menangkap pelaku video yang viral di masyarakat tersebut.

Diketahui video yang berdurasi 1 menit 42 detik itu berisikan narasi soal marahnya petinggi TNI atas ditangkapnya dua purnawirawan.

Ada gambar-gambar soal penangkapan seperti saat PKI.

Namun, tak ada satu pun wawancara yang ada di dalam video tersebut kepada narasumber, baik dari pihak TNI maupun Polri.

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan bersama Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksamana langsung menjelaskan soal kasus beredarnya video hoax tersebut, Selasa (6/12/2016).

Bahkan Iriawan juga menunjukkan foto-foto saat sedang rapat bersama di Mapolda Metro Jaya, Kamis (3/12/2016) malam, sebelum adanya aksi Bela Islam Jilid III di Monas.

Setelah Mayjen (Purn) Kivlan Zen dan Brigjen (Purn) Adityawarman ditangkap karena diduga hendak melakukan makar, terdapat akun di YouTube yang menyebarkan video menyesatkan.

Dalam video tersebut, dikatakan penangkapan Kivlan dan Adityawarman membuat perwira-perwira tinggi di TNI menjadi marah.

"Ada Dragon TV yang menyebarkan informasi menyesatkan. Dikatakan perwira tinggi TNI AD dan Pangdam marah terhadap pengambilan Pak Kivlan dan Pak Adityawarman," kata Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan.

Dia menegaskan, kabar tersebut merupakan kabar sesat belaka.

Sebab, saat menangkap para pelaku terduga makar, polisi bekerja sama dengan Polisi Militer (PM) dan Kodam Jaya.

Saat ini, polisi masih mencari tahu siapa orang yang menyebarkan video tersebut.

"Sekarang akunnya masih kami cari yang mengatasnamakan Dragon TV itu," tuturnya.

Dia menerangkan, polisi sudah melacak akun tersebut hingga ke televisi China, tapi tak ada.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved