Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

VIDEO Penertiban Pedagang Pasar Tiban dan PKL yang Mempersempit Jalan Lamper

VIDEO Penertiban Pedagang Pasar Tiban dan PKL yang Mempersempit Jalan Lamper samping Pasar Peterongan, Kamis pagi (8/12)

Penulis: hermawan Endra | Editor: iswidodo
tribunjateng/hermawan handaka
Penertiban Pedagang Pasar Tiban dan PKL yang Mempersempit Jalan Lamper samping Pasar Peterongan, Kamis pagi 8 Desember 2016 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Sejumlah pedagang dan PKL di samping Pasar Peterongan ditertibkan Satpol PP Kota Semarang. Penertiban ini dilakukan supaya jalan kembali lapang serta tidak macet dan tidak jorok.

Penertiban oleh petugas Satpol PP berjalan lancar, pedagang mentaati peraturan dan tidak melawan. Sebagian barang dagangan atau jualan sudah dikemasi. Sedangkan atap atau lapak di pinggir jalan pengganggu lalulintas langsung "dirapikan" oleh petugas Satpol PP.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi juga meninjau pasar Peterongan di Lamper. Lagi-lagi warga mengeluhkan keberadaan pedagang di pinggir jalan dan pasar tiban membuat kawasan tersebut menjadi semrawut, lalu lintas menjadi macet dan saluran drainase menimbulkan bau tak sedap.

"Ada pasar tiban yang seharusnya selesai pukul 06.00, tapi pukul 07.00 masih berjualan. Jalanan jadi menyempit dan membuat macet. Kondisi pedagang yang berjualan di pinggir jalan juga membuat jorok dan bau yang dikeluhkan warga," kata Hendi panggilan akrab Hendrar Prihadi, Kamis pagi (8/12).

Pemerintah melalui Dinas Pasar akan membuat kajian pembangunan Pasar Peterongan agar bisa menampung pedagang yang berada di pinggir jalan.

"Sebelum ada kajian, akan dilakukan penegakan perda pembersihan jalan agar bersih. Lalu kajian nanti apakah pedagang menjadi satu kelompok atau carikan lahan baru, atau jalan dilebarkan. Saya minta Dinas Pasar untuk segera action. Dulu sini kawasan elit namun sekarang kondisinya tidak menyenangkan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, Trijoto Sardjoko mengatakan Dinas Pasar sudah berencana memindahkan pedagang yang berjualan di pinggir jalan di satu kawasan Pasar Peterongan.

“Awalnya revitalisasi Pasar Peterongan akan menampung sekitar 1.600 pedagang termasuk pedagang yang berjualan di pinggir jalan. Namun karena ada bangunan cagar budaya maka tidak bisa semua pedagang masuk,” ujarnya.

Trijoto mengatakan Dinas Pasar akan melakukan kajian pembangunan untuk menampung sisa pedagang yang belum terakomodir. “Kami akan mencarikan lahan baru. Dari pedagang berharap lokasi tidak jauh dari pasar Peterogan,” ujarnya.(tribunjateng/hermawan handaka/galih permadi)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved