Kantor Imigrasi Wonosobo Selektif Terbitkan Paspor, Tiap Hari Tolak Minimal Empat Pemohon

Dalam formulir pengajuan, tujuan penerbitan paspor untuk wisata. Ketika diwawancara, pemohon mengakui membuat paspor untuk bekerja di luar negeri.

Kantor Imigrasi Wonosobo Selektif Terbitkan Paspor, Tiap Hari Tolak Minimal Empat Pemohon
TRIBUNNEWS

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Kantor Imigrasi Kelas II Wonosobo, Jawa Tengah, hampir setiap hari menolak permohonan paspor yang kurang jelas.

Penolakan tersebut guna mengantisipasi penyalahgunaan dokumen kependudukan tersebut.

Kepala Sub Seksi Lalu Lintas Keimigrasian, Washono, menjelaskan masih adanya permohonan yang ditolak karena kurangnya pemahaman masyarakat terkait penggunaan paspor.

"Kami sering temui dalam formulir pengajuan, tujuan penerbitan paspor untuk wisata. Ketika diwawancara, pemohon mengakui membuat paspor untuk bekerja di luar negeri. Jadi sudah pasti tidak kami terbitkan alias ditolak," kata Washono, Kamis (17/12/1016).

Kantor Imigrasi Wonosobo menolak sedikitnya empat pemohon paspor setiap hari.

"Bukan hanya yang tidak sesuai dengan permohonan yang diajukan, beberapa pemohon belum paham perbedaan paspor 24 halaman dan 48 halaman," imbuhnya.

Perbedaan itu bukan hanya pada jumlah halaman, melainkan juga biaya dan tujuan penggunaannya.

"Paspor 48 halaman bisa digunakan masyarat untuk keperluan wisata, umrah, haji, dan kunjungan. Paspor 24 halaman untuk wisata atau kunjungan. Kenyataan di lapangan, hanya beberapa negara yang menerima paspor 24 halaman seperti Malaysia dan Singapura," jelasnya.

Petugas bagian wawancara Kantor Imigrasi Wonosobo, Lambang Argopulung, menyebut motif pemohon yang "memalsukan" pengajuan paspor tak terindikasi ke arah terorisme.

Kebanyakan dari mereka merupakan pemohon eks-pekerja luar negeri yang tak bisa melampirkan paspor lama pada berkas persyaratan.

Halaman
12
Editor: abduh imanulhaq
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved