Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Riedl : Kami Ingin Juara, Kami ke Thailand Bukan Untuk Liburan

"Kami ingin juara. Kami ke sini (Thailand) bukan untuk liburan. Ada tempat bagus di Thailand untuk liburan," ujar Riedl.

Editor: a prianggoro
ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A
Timnas Indonesia berpose sebelum bertanding melawan Thailand pada penyisihan Grup A AFF Suzuki 2016 di Philippinne Sport Stadium, Bocaue, Filipina, Sabtu (19/11/2016). 

TRIBUNJATENG.COM - Teerasil Dangda menjadi ancaman terbesar bagi timnas Indonesia di leg kedua final Piala AFF 2016 di Stadion Rajamangala, Sabtu (17/12). Dengan predikat sebagai top scorer turnamen dengan 6 gol, Teerasil membuktikan dirinya adalah "monster" di lini depan Thailand. Kendati demikian, kesuburan striker klub Muangthong United itu justru juga bisa menjadi pertanda baik bagi skuat Garuda.

Di Stadion Pakansari, Bogor, tiga hari lalu, Teerasil menunjukkan ketajamannya di depan gawang lawan. Ia sempat membuat suporter di Stadion Pakansari terdiam sejenak gol indah yang diciptakannya pada menit ke-33. Dengan tubuh menjulang sekitar 1,8 meter, sambil menjatuhkan diri ia berhasil menyundul bola kiriman Theerathon Bunmathan.

Bola tandukan penyerang berusia 28 tahun itu bersarang ke tiang jauh gawang Indonesia, meskipun kiper Kurnia Meiga sudah sekuat tenaga menjulurkan tangannya untuk menepis bola. Teerasil bergembira merayakan golnya, sementara Fachruddin Aryanto tampak kecewa karena gagal menghadang pergerakan penyerang bernomor punggung 10 tersebut.

Gol tersebut semakin mempertegas bahwa Indonesia adalah santapan empuk bagi Teerasil. Dari total enam golnya sejauh ini, empat di antaranya ia ciptakan ke gawang Indonesia. Selain pada partai final pertama, ia juga sukses memborong tiga gol saat Thailand mengalahkan Indonesia dengan skor 4-2 pada pertandingan pertama penyisihan grup A.

Sebanyak 3 gol yang diciptakan Teerasil ke gawang Indonesia pada babak penyisihan semuanya diciptakan dengan menggunakan kaki kanan. Caranya pun sama, yakni dengan melepas tembakan mendatar. Hal ini tentunya menjadi pekerjaan rumah bagi Meiga. Jika tidak, Teerasil bisa kembali menjadi sosok yang menghancurkan Indonesia meraih gelar juara.

Terlebih, ambisi Teerasil menambah torehan gol juga sangat besar. Dengan koleksi 15 gol sepanjang keikutsertaannya di turnamen Piala AFF, ia hanya butuh dua gol lagi untuk menyamai catatan Noh Alam Shah sebagai pencetak gol terbanyak pada turnamen antarnegara Asia Tenggara ini.

Terlepas dari itu, Indonesia justru bisa berharap terhadap fakta bahwa kesuburan Teerasil bukanlah jaminan gelar juara bagi Thailand. Mencetak gol pada laga final bukan yang pertama bagi Teerasil. Pada final Piala AFF 2008, ia membobol gawang Vietnam dengan gol sundulannya. Namun, gol tersebut akhirnya sia-sia karena Vietnam mampu menyamakan kedudukan berkat gol Le Cong Vinh pada masa injury time.

Thailand pun akhirnya gagal juara karena kalah 2-3 secara agregat dari Vietnam. Saat itu, Teerasil yang tampil kali pertama pada Piala AFF berhasil meraih sepatu emas bersama Agu Casmir dan Budi Sudarsono dengan torehan 4 gol.

 Teerasil kembali menjadi top scorer pada Piala AFF 2012 dengan torehan 5 gol. Namun, ia kembali gagal mengawinkan pencapaian pribadinya dengan gelar juara. Saat itu, Thailand gagal menjadi juara setelah kalah 3-2 secara agregat dari Singapura.

Pada Piala AFF 2014, Teerasil untuk kali ketiga tak bisa mencicipi gelar, meskipun Thailand menjadi juara. Dia absen pada ajang tersebut karena tidak mendapatkan izin dari klubnya saat itu, Almeria.

Alfred Riedl sendiri mengakui ketangguhan striker Thailand itu.

"Teerasil memang tangguh. Menurut saya cara menghentikannya adalah dengan tidak membiarkan dia menendang bola, menyundul bola, dan memotong umpan yang diarahkan kepadanya," ujar Riedl.

Namun demikian, pelatih timnas Indonesia itu yakin di laga kali ini para pemainnya bisa menghentikan mantan penyerang Manchester City tersebut. Riedl bahkan yakin Indonesia akan meraih gelar juara Piala AFF untuk pertama kalinya.

"Kami ingin juara. Kami ke sini (Thailand) bukan untuk liburan. Ada tempat bagus di Thailand untuk liburan," ujar Riedl dalam jumpa pers jelang laga, Jumat (16/12).

"Kami tahu Thailand adalah tim terbaik di Asia Tenggara, tetapi target kami adalah bisa bersaing sebaik mungkin dengan mereka," lanjutnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved