Gubernur Ganjar Minta Bank Jateng Perbanyak Penyaluran Kredit Modal Usaha

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta Bank Jateng agar lebih banyak mengalokasikan dananya untuk mendukung Pemerintah dalam hal...

Gubernur Ganjar Minta Bank Jateng Perbanyak Penyaluran Kredit Modal Usaha
tribunjateng/dok
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta Bank Jateng agar lebih banyak mengalokasikan dananya untuk mendukung Pemerintah dalam hal penuntasan angka kemiskinan pada 2017 mendatang.

Dalam hal ini, Bank Jateng diminta semakin memperbanyak penyaluran kredit untuk permodalan usaha kecil menengah (UKM) dengan suku bunga rendah (Subure).

“Temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan—red) itu, perusahaan BUMD juga harus in line dengan program pemerintah. Seperti mengatasi kemiskinan dan pengembangan usaha kecil menengah (UKM). Di situlah dibutuhkan peranan Bank Jateng,” kata Ganjar usai menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Jateng di Balroom Hotel Gumaya Semarang, Selasa (20/12/2016).

Gerakan Subure, kata Ganjar, sudah dijalankan beberapa waktu lalu. Gerakan tersebut pula yang menjadi upaya Pemprov Jateng untuk mendorong semua Bank secara nasional untuk memberikan kredit dengan suku bunga rendah.

Dengan bunga 7 persen itu apalagi tanpa jaminan, lanjutnya, maka pemerintah bisa lebih cepat memperbaiki ekonomi di tingkat bawah dan mempermudah akses masyarakat terhadap permodalan ke bank.

“Lha kalau ini bisa dilaksanakan, maka bisa meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga angka kemiskinan cepat teratasi. Itu yang paling penting,” ucapnya.

Meski demikian, Bank Jateng sejauh ini telah berupaya keras menjangkau kelompok ekonomi bawah dengan menyalurkan kredit seperti ke UKM, petani, dan nelayan. Diantaranya dengan adanya program Mitra-02 dan Mitra-25 yang diperuntukan bagi UKM atau UMKM.

“Kemarin Bank Jateng juga melaunching Petani Jateng. Yaitu aplikasi yang kita harapkan akan memfasilitasi petani, untuk semua produk pertanian, bisa difasilitasi oleh Bank Jateng,” tuturnya.

Pada 2016 ini, pertumbuhan Bank Jateng cukup pesat. Hingga November 2016, Bank Jateng telah mencatat laba usaha mencapai Rp 1,409 miliar dan tumbuh sebesar 27,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp 1,104 miliar.

Terkait pertumbuhan tersebut, Ganjar tidak akan menambah modal pada 2017. Akan tetapi, pihaknya sudah berupaya memasukan asset manajemen unit (Amu) sebesar Rp 274 miliar, yaitu angka dari pengalihan asset bank yang direstrukturisasi menjadi Bank Jateng. Bank tersebut yaitu Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang kemudian menjadi Bank Jateng.

“Di Bank lama itu kan ada beberapa debitur yang kemudian dihapus bukukan. Bukan berarti mereka tidak bayar. Mereka kemudian ditagih Bank Jateng yang hasilnya masuk dalam asset manajemen unit. Rencananya itu menjadi tambahan modal, tapi tidak disetujui DPRD. Itu nilainya tidak kecil, kalau pakai APBD tidak kuat,” tandasnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved