Ini Keluhan Pedagang Pasar Bunga Kalisari Semarang Sebelum Kembali Lagi pada Jumat Lusa
Kalau mau memindahnamakan pemilik kios atau lapak harus sepengetahuan Dinas Pasar.
Penulis: galih priatmojo | Editor: abduh imanulhaq
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pembangunan tahap pertama Pasar Bunga Kalisari telah rampung.
Pedagang diagendakan kembali dari tempat relokasi pada Jumat (23/12/2012)
Mereka lebih dulu mengikuti sosialisasi kepindahan yang digelar Dinas Pasar Kota Semarang, Rabu (21/12) siang.
Dalam kegiatan yang dihadiri puluhan pedagang itu, ada Kepala Dinas Pasar Trijoto Sardjoko.
Kepadanya, beberapa pedagang mengeluhkan beberapa fasilitas yang belum tersedia di pasar.
Pemilik usaha florist, Yanto, mengemukakan di sekitar pasar belum tersedia tempat pembuangan sampah (TPS).
"Kami berterima kasih kepada Pak Wali yang telah membangun pasar jadi lebih bagus. Tapi perlu ditambah tempat sampah karena membuat karangan bunga menyisakan sampah yang cukup banyak. Tempat sampah berguna agar pasar tetap bersih," ujar Yanto.
Pedagang tanaman hias, Asih, mengatakan saluran limbah air belum tersedia di sekitar kios tanaman hias.
"Saya harap bisa dipikirkan soal saluran limbah air. Kami banyak memakai air untuk menyirami tanaman," ujarnya.
Pedagang pot, Rini, bertanya boleh tidaknya penambahan rak di dalam kios.
"Karena bangunannya kecil, kami harap bisa ditambah rak di dalam kios untuk menempatkan pot tanaman," tutur Rini.
Trijoto meminta pedagang menyediakan tempat sampah sendiri hingga Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) menyediakannya.
"Penyediaan tempat sampah sudah dikomunikasikan dengan DKP. Menunggu proses, saya harap pedagang menyiapkan tempat sampah sendiri dulu," ujar Trijoto.
Dia kemudian menyatakan akan menyiapkan saluran limbah air.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pasar-bunga-kalisari_20161221_233205.jpg)