Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Belum Ada Aliran Listrik di Pasar Bunga Kalisari, Ini Keinginan Pedagang

Dia berharap pedagang semakin maju di bangunan yang baru, juga kondisinya lebih menarik konsumen datang.

TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyerahkan dokumen penempatan kepada pedagang di Pasar Bunga Kalisari, Jalan Dr Sutomo, Jumat (23/12/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Para pedagang di tempat relokasi mulai kembali ke shelter Pasar Bunga Kalisari, Jalan Dr Sutomo, Kota Semarang, Jumat (23/12/2016).

Ketika shelter tersebut direnovasi mulai 18 Juli 2016, mereka pindah sementara ke lapangan Garnisun.

Setelah dibangun, Pasar Kembang Kalisari terlihat apik dan bersih.

Penghuninya pun merasa senang melihat tempat berjualannya telah diperbaiki.

"Kami senang dan bersyukur telah dibangunkan pasar oleh Pemkot Semarang. Selama di relokasi pun, para pelanggan masih tetap berdatangan. Sekarang sudah kembali lagi," ujar Agustina Supartini (66), seorang pedagang bunga.

Baca: Setelah Shelter Pasar Bunga Kalisari Ditempati Pedagang, Ini Agenda Selanjutnya

Dia telah berjualan di Kalisari sejak 1970.

Tini mengaku puas melihat shelter yang lebih baik daripada bangunan sebelumnya.

"Cuma saya belum tahu luas lapaknya berapa meter persegi. Apakah sama seperti dulu atau tidak. Semua tergantung penataannya," tutur dia.

Ketua PPJP Pasar Kembang Kalisari, Susminto, menyebut jumlah yang menempati shelter adalah 111 pedagang, sama seperti sebelum relokasi.

Tak ada tambahan pedagang baru.

"Terdiri atas 41 pedagang tanaman pot, jasa floris 63 orang, dan tujuh pedagang pot," ujar Susminto.

Setelah diresmikan Wali Kota Hendrar Prihadi, shelter tesebut langsung ditempati.

Susminto dkk mendapat waktu hingga Rabu (28/12/2016) untuk meninggalkan lapangan Garnisun.

Namun, kondisi lapak masih belum memungkinkan untuk dihuni.

Belum ada aliran listrik di pasar tersebut.

Para pedagang bersama kontraktor akan menghubungi PLN.

"Kontraktor sudah membayar penuh aliran listrik. Jadi mohon PLN segera memasangnya," tutur Susminto.

Dia berharap pedagang semakin maju di bangunan yang baru, juga kondisinya lebih menarik konsumen datang.

"Jadi floris di lantai dua. Untuk terima customer di bawah, atas produksi," paparnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved