Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Longsor Banjarnegara

Bebatuan Raksasa Menyembul dari dalam Tanah

Ratusan tanaman salak porak poranda. Sejumlah pohon tumbang berserakan. Bebatuan raksasa yang sebelumnya terkubur tanah, kini banyak menyembul

Penulis: khoirul muzaki | Editor: muslimah
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKKI
Warga melintas di lereng Bukit Bunder, Desa Prendengan, Banjarmangu, Banjarnegara, Minggu (25/12/2016), yang ambles akibat pergerakan tanah. 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Longsor merayap terjadi di Desa Prendengan, Banjarmangu, Banjarnegara. Sekitar tiga hektare lahan perkebunan warga di lereng Bukit Bunder desa Prendengan ambles dengan kedalaman antara 5 sampai 10 meter.

Ratusan tanaman salak porak poranda. Sejumlah pohon tumbang berserakan. Bebatuan raksasa yang sebelumnya terkubur tanah, kini banyak menyembul.

Hingga kemarin, tanah masih bergerak, mengarah ke Sungai Kaliurang yang berada di dasar tebing.

"Material longsor sempat sampai membendung sungai, tapi kemudian hanyut terseret arus," kata Ketua RT 4 RW 2, Desa Prendengan Karyanto, Minggu (25/12).

Karyanto mengungkapkan, pergerakan tanah di Bukit Bunder telah dirasakan sejak dua tahun lalu. Namun, akhir-akhir ini pergerakan tersebut dirasakan semakin parah. Dampak pergerakan tanah juga terlihat dari posisi sejumlah pepohonan yang telah bergeser dari tempatnya semula.

Serumpun pohon bambu yang dulu berada di atas tebing, kini letaknya telah berpindah ke dasar tebing dekat bibir sungai, atau sekitar 100 meter dari tempatnya semula.

"Untuk pohon yang kuat akarnya gak sampai tumbang, tapi posisinya telah bergeser jauh ke bawah," katanya.

Pergerakan tanah di Bukit Bunder bukan hanya merusak perkebunan warga. Akses jalan utama penghubung desa Prendengan ke desa Pagerpelah, Karangkobar yang berada di atas tebing juga ikut terancam.

Sedikitnya, terdapat dua titik jalan sepanjang sekitar 20 meter mengalami kerusakan dan ambles dengan kedalaman sekitar dua meter, karena tertarik longsor.

"Karena jalan ambles, aktivitas warga jadi terganggu. Apalagi ini akses utama warga menuju desa lain dan kecamatan Karangkobar," kata Darsono warga RT 2 RW 2 Desa Prendengan.

Selain di bukit Bunder, pergerakan tanah juga terjadi di lahan pertanian warga , dekat pemukiman desa Prendengan. Pergerakan tanah mengakibatkan tanah produktif yang ditanami salak ambles sedalam 1 sampai 2 meter, dengan lebar 10 meter dan panjang 500 meter ke arah barat desa. Karena pergerakan tanah itu, satu bangunan rumah warga bahkan sempat roboh, namun kini telah didirikan kembali.

Kepala Desa Prendengan Fathurrohman membenarkan, di samping merusak lahan pertanian warga, pergerakan tanah itu berpotensi memutus akses jalan penghubung antar desa dan kecamatan.

Longsor Banjarnegara
Pemotor melintas di jalan utama Desa Prendengan, Banjarmangu, Banjarnegara, Minggu (25/12/2016), yang ambles akibat pergerakan tanah.

Menurut Fatur, karena jalan rusak, aktivitas perekonomian warga turut terganggu. Jalan itu biasa dilalui kendaraan untuk mengangkut produk pertanian warga. Jalan tersebut juga menjadi akses utama anak-anak desa yang bersekolah di kecamatan.

"Dulu sudah pernah ambles, lalu dibronjong, sekarang ambles lagi karena tanah gerak terus. Sudah dironjong dua kali," katanya, Minggu (25/12).

Fatur berharap, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara segera mengambil tindakan, agar aktivitas perekonomian warga tak terganggu karena jalan rusak.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved