Rabu, 13 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Menemukan Ketenangan Rohani di Gua Maria Kerep Ambarawa

“Ya kalau untuk orang awam memang banyak yang beranggapan seperti itu. Setelah sampai kesini, timbul pertanyaan “loh mana guanya?”

Tayang:
Editor: muslimah
Tribun Jateng/maulana ramadhan
Gerbang Masuk Gua Kerep 

TRIBUNJATENG.COM - Selain banyak memiliki destinasi wisata alam dan kuliner, di sekitar Semarang juga terdapat tempat tempat yang menjadi tujuan wisata ziarah atau rohani. Salah satu yang cukup populer adalah kompleks Gua Maria Kerep, Ambarawa.

Gua Maria Kerep Ambarawa atau disingkat GMKA menjadi  tempat yang dipusatkan  oleh umat katholik untuk melakukan ziarah dan memanjatkan doa kepada Bunda Maria. Berlokasi di pinggiran kota Semarang membuat GMKA dilingkupi udara sejuk pegunungan.

Gua Maria Kerep merupakan salah satu Gua Maria tertua yang berada di wilayah Keuskupan Agung Semarang selain Gua Maria Sendangsono, Magelang dan Gua Maria Sriningsih, Klaten.

GMKA sendiri diresmikan pada tahun 1954. Tujuan pembuatan Gua Maria Kerep tidak berbeda dengan gua maria yang sudah ada sebelumnya.

“Sebagai tempat untuk memanjatkan doa atau devosi kepada Bunda Maria. Devosi itu bisa diartikan penghormatan terhadap Bunda Maria,” ujar  Septiarso, salah seorang staf di sekretariatan GMKA.

Pengunjung sedang memanjatkan doa
Pengunjung sedang memanjatkan doa

Saat ini pengelolaan GMKA berada langsung di bawah Keuskupan Agung Semarang. Keuskupan Agung Semarang kemudian membentuk tim pengelola yang bertanggung jawab terhadap GMKA.

Septiarso menuturkan terdapat kurang lebih 32 Gua Maria yang berada di bawah Keuskupan Agung Semarang dengan rentang wilayah Semarang, Kedu, Yogyakarta dan Surakarta.

Bagi orang awam khususnya di luar umat Katholik, kebanyakan mungkin memiliki pemahaman yang keliru terhadap Gua Maria itu sendiri. Kompleks Gua Maria bukanlah sebuah gua layaknya lubang besar alami yang menjorok kedalam. Hal itu diakui juga oleh Septiarso

“Ya kalau untuk orang awam memang banyak yang beranggapan seperti itu. Setelah sampai kesini, timbul pertanyaan “loh mana guanya?” banyak yang bertanya seperti itu.

Itu dianggap wajar saja, Kebanyakan Gua Maria itu memang dibuat selayaknya gua alam, termasuk Gua Maria Kerep. Di Keuskupan Semarang sendiri, yang memang benar gua alam mungkin hanya Gua Maria Tritis yang di Wonosari karena memang berada di wilayah pantai,” jelas Septiarso.

Menurutnya mengapa berbentuk gua adalah untuk menghormati kehidupan Bunda Maria. Karena Di negara-negara seperti Palestina dan Yordania dahulu, kebanyakan rumah-rumah berbentuk seperti gua. Oleh karenanya diadopsi kedalam budaya Indonesia dalam bentuk gua. “Agar lebih mudah bagi masyarakat sini (Indonesia), jadi disebut saja gua,” ujarnya.

Kompleks GMKA cukup lengkap. Di area parkir, sebelah barat terdapat camping ground dan Patung Bunda Maria Assumpta nyang tinggi menjulang. Lalu di bagian barat adalah kawasan utama di Kompleks GMKA. Disana terdapat gua buatan dengan patung bunda maria didalamnya.

Disebelahnya juga tampak altar berwarna putih yang terbuat dari batuan marmer. Didepan gua ada kursi-kursi kecil untuk para pengunjung yang ingin memanjatkan doa. Terlihat papan kecil begitu memasuki kawasan ini dengan tulisan ‘dimohon tenang’.

Memang begitu memasuki wilayah sekitar Gua Maria, suasana hening dan tenang amat terasa. Tidak ada kata yang terucap dari para pengunjung. Semuanya duduk diam dan khusyuk memanjatkan doanya. Di bagian belakang didirikan juga kapel adoreksi dan gedung serbaguna.

Di sepanjang jalan ke arah kapel dibangun stasi-stasi jalan salib yang berupa relief diorama pengorbanan Yesus Kristus. Tidak jauh dari lokasi Gua Maria, juga terdapat Taman Doa.

Kapel Adoreksi
Kapel Adoreksi
Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved