KECELAKAAN LALULINTAS
SATU Penumpang Toyota Rush yang Kecelakaan di JLS Salatiga Meninggal Dunia
Satu Penumpang Toyota Rush yang Kecelakaan di JLS Salatiga Meninggal Dunia dalam perjalanan ke rumah sakit. Penumpang itu teridentifikasi, Jamil
Penulis: Daniel Ari Purnomo | Editor: iswidodo
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Telepon genggam Mundi berbunyi. Saat itu, ia masih mengecek kondisi mobil Toyora Rush silver B 2084 BFU yang ringsek, usai terlibat laka tunggal di kawasan Jalan Lingkar Selatan Salatiga, Desa Kumpulrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Selasa (3/1/2017) pagi.
"Halo. Astaga. Iya, saya masih nunggu mobil. Om gak papa?" kata Mundi kemudian menutup teleponnya.
Mundi mendapat kabar bahwa kerabatnya yang terlibat kecelakaan telah meninggal dunia, saat perjalanan ke Rumah Sakit Paru, Dr Ario Wirawan, Salatiga.
"Yang meninggal itu tetangga saya, pak Jamil. Tetapi sudah kami anggap sebagai kerabat. Yang tadi tak sadarkan diri usai mobil kami kecelakaan," kata Mundi.
Saat kejadian, imbuh Mundi, Jamil tak sadarkan diri. Mundi pun sempat cek denyut nadi di pergelangan tangan Jamil. "Saya pegang tadi udah tidak ada denyutnya. Tapi masih bernafas. Lalu dibawa ke rumah sakit," terangnya.
Sebelumnya diberitakan Tribun Jateng, seorang pria paruh baya (Jamil --Red) digotong sejumlah warga dari dalam mobil, usai terlibat laka tunggal di kawasan Jalan Lingkar Selatan Salatiga, Desa Kumpulrejo, Argomulyo, Salatiga, Selasa (3/1/2017) sekitar pukul 05.50 WIB.
Pria yang tak sadarkan diri itu langsung dibopong warga ke dalam ambulan, selanjutnya dibawa menuju Rumah Sakit Paru Dr Ario Wirawan, Salatiga.
Sebagai informasi, mobil yang terlibat laka adalah Toyota Rush warna silver B 2084 BFU. Mobil itu melaju dari arah Salatiga-Ungaran.
"Ada empat orang dalam mobil. Yang satu pingsan, sudah dibawa ke rumah sakit," kata Sumadi, pengendara sepeda motor yang kebetulan melintas.
Sementara itu, pihak korban, Mundi mengatakan mobil sempat menyerempet palang pembatas jalan, sebelum akhirnya oleng lalu tabrak tiang telepon.
"Kami melaju di lajur kanan berhimpitan dengan pulau jalan. Ternyata, di sela pulau jalan ada palang yang menjorok ke badan jalan," terang warga Desa Puluan, Jatinom, Kabupaten Klaten itu.
Mobil pun menabrak bagian dari palang tersebut. Hal itu diduganya membuat pengemudi kaget, lalu banting kemudi ke arah kiri.
"Saat oleng, mobil kami menabrak tiang listrik. Setelah itu terpental ke badan jalan lagi," ungkapnya.
Saat mobil berada di badan jalan, mobil itu masih melaju pelan, lantaran kontur bidang jalan menurun. Akhirnya, laju mobil pun terhenti di sisi kiri jalan. Sebagian bodi mobil pun masuk selokan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/korban-kecelakaan-di-jls-salatiga-digotong_20170103_073226.jpg)