Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Agen CIA yang Interogasi Saddam Hussein Sampaikan Pengakuan Mengejutkan

Topik paling penting yang harus diketahui dari Saddam adalah keberadaan senjata pembunuh massal (WMD).

Editor: abduh imanulhaq
GETTY IMAGES
Saddam Hussein mendengarkan putusan akhir persidangannya di Baghdad, Irak, 26 Juli 2006. 

TRIBUNJATENG.COM - Ketika mantan Presiden Irak, Saddam Hussein, ditangkap pada Desember 2003, Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) memerlukan seorang ahli yang dapat mengenali dan menginterogasi Saddam untuk menarik informasi.

Ahli tersebut adalah John Nixon.

Nixon telah mempelajari Saddam Hussein sejak bergabung dengan CIA pada 1998.

Peran Nixon, sebagaimana dipaparkan kepada BBC, adalah mengumpulkan pengetahuan mengenai para pemimpin dunia sekaligus menganalisa karakter mereka.

"Ketika krisis terjadi, pembuat kebijakan datang kepada kami dengan pertanyaan mengenai siapa orang ini, apa yang mereka inginkan, mengapa mereka melakukan ini," kata Nixon.

Nixon berada di Irak ketika Saddam ditemukan pasukan AS di kota kelahirannya, Tikrit.

Tatkala kabar penemuan Saddam mengemuka, pemerintah AS ingin agar seseorang memastikan apakah pria yang ditemukan memang benar Saddam Hussein, pemimpin Irak.

Tugas itu kemudian diserahkan kepada Nixon.

Kala itu, ada berbagai rumor bahwa Saddam Hussein memiliki sejumlah kembaran yang sengaja didandani mirip dengannya guna mengecoh publik.

Akan tetapi, Nixon, yang meninggalkan CIA pada 2011, mengatakan, "Tiada ada keraguan bahwa begitu saya melihatnya, memang benar itu dia."

Saddam ditemukan pasukan AS di sebuah lubang kecil di bawah tanah yang berada di sebelah peternakan di kota kelahirannya, Tikrit.

"Saat saya mulai berbicara dengannya, dia memasang ekspresi wajah yang sama persis dengan wajah Saddam dalam buku yang selama bertahun-tahun ada di meja saya. Kejadian itu melampaui mimpi."

Nixon kemudian mengemban peran sebagai interogator dan orang pertama yang menanyai Saddam Hussein secara panjang lebar selama berhari-hari.

"Saya harus mencubit diri saya sendiri ketika menyadari bahwa saya menanyai orang yang paling dicari di dunia. Seperti tidak masuk akal," kata Nixon.

Nixon, yang menulis buku berjudul Debriefing the President: The Interrogation of Saddam Hussein, menggambarkan mendiang Saddam sebagai pribadi yang "sarat dengan kontradiksi".

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved