Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Inilah Alasan Uang Emisi 2016 Sulit Dipalsukan Karena Mengandung 6 Unsur Ini

Penguatan unsur pengaman pada uang, dalam rangka mitigasi risiko pemalsuan uang serta untuk memudahkan masyarakat dalam mengenali ciri-ciri keaslian

Penulis: m zaenal arifin | Editor: Catur waskito Edy
m zaenal arifin
Kepala Tim Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah, FX Bambang Santoso, dalam sosialisasi cara identifikasi keaslian uang rupiah tahun emisi 2016 di Ruang Lokapala lantai 8, Kantor BI Perwakilan Jawa Tengah, Rabu (11/1/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Uang rupiah tahun emisi 2016 diyakini akan sulit dipalsukan. Hal itu karena 11 pecahan uang baru ini dilengkapi fitur pengaman yang lebih kuat dibanding uang sebelumnya.

Hal itu disampaikan Kepala Tim Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah, FX Bambang Santoso, dalam sosialisasi cara identifikasi keaslian uang rupiah tahun emisi 2016 di Ruang Lokapala lantai 8, Kantor BI Perwakilan Jawa Tengah, Rabu (11/1/2017).

"Penguatan unsur pengaman pada uang, dalam rangka mitigasi risiko pemalsuan uang serta untuk memudahkan masyarakat dalam mengenali ciri-ciri keaslian uang rupiah," kata Bambang.

Ada 6 unsur pengaman yang dimaksud dalam uang yang diterbitkan pada Desember 2016 lalu itu. Yaitu color shifting (perubahan warna), rainbow feature (fitur pelangi), latent image (gambar tersembunyi), ultra violet feature (fitur ultra violet), blind code (kode tuna netra) dengan efek rabaan (actile effect) dan tekhnologi rectoverso. (*)

Dijelaskannya, melalui fitur color shifting akan ada perubahan warna pada uang jika dilihat dari sisi yang berbeda.

Sedangkan rainbow feature yaitu akan muncul gambar tersembunyi berwarna seperti pelangi berupa angka nominal uang jika uang dilihat dari sudut pandang tertentu.

"Teknologi latent image atau gambar tersembunyi akan muncul tulisan BI pada bagian depan uang dan angka nominal pada bagian belakang uang jika dilihat dari sudut pandang tertentu," jelasnya.

Sementara fitur ultra violet yaitu teknologi perkebangan dari ultra violet feature pada uang Rupiah emisi sebelumnya dengan menampilkan dua warna berpendar di bawah sinar ultra violet. Dan, teknologi rectoverso pada uang akan terlihat logo BI dalam gambar saling isi jika uang diterawang.

"Desain uang baru ini juga disempurnakan fitur kode tuna netra. Yaitu dengan melakukan perubahan desain pada bentuk kode tuna netra berupa efek rabaan (tactile effect) untuk membantu membedakan antar pecahan dengan lebih mudah," tambahnya.

Dijelaskan lebih lanjut, pemuatan gambar pahlawan merupakan amanat UU Nomor 7/2011. Dalam penentuannya, BI telah berkonsultasi dengan pemerintah baik pusat maupun daerah, sejarawan, akademisi, serta tokoh masyarakat.

"Semua gambar pahlawan nasional yang dicantumkan pada uabgbrupiah kertas dan logam diperoleh dari instansi yang berwenang menatausahakan pahlawan nasional dan telah disetujui ahli waris," tambahnya.

Terkait fitur atau unsur pengaman rectoverso, dikatakan, dibuat dengan suatu teknik cetak khusus pada uang kertas yang membuat sebuah gambar berada di posisi yang sama dan saling membelakangi di bagian depan dan belakang.

"Rectoverso juga digunakan oleh mata uang di negara-negara lain seperti Euro, Thailand Baht, UK Poundsterling dan Korea Won," paparnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved