Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ganjar Pranowo: Putusan Ini Saya Nilai Sudah Cukup, Kawan-kawan Sebaiknya Pulang

Ganjar Pranowo: Putusan Ini Saya Nilai Sudah Cukup, Kawan-kawan Sebaiknya Pulang.

Penulis: m nur huda | Editor: iswidodo
tribunjateng/dok
Ganjar Pranowo: Putusan Ini Saya Nilai Sudah Cukup, Kawan-kawan Sebaiknya Pulang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menyatakan, dirinya sudah mematuhi putusan peninjauan kembali (PK) MA dan mengabulkan tuntutan penggugat atau penolak pabrik semen, untuk mencabut izin lingkungan pabrik semen PT Semen Indonesia di Rembang.

Meski demikian, sejumlah elemen penolak pabrik semen Rembang masih akan menggelar unjukrasa di depan kantor Gubernur Jateng, Selasa 17 Januari 2017. Menanggapi hal itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berharap hal itu tak perlu dilakukan.

"Menurut saya putusan ini saya nilai sudah cukup, kawan-kawan sebaiknya pulang, kan saya sudah patuhi putusan PK," kata Ganjar dalam dialog interaktif yang digelar di rumah dinas Gubernur Jateng, Puri Gedeh," Selasa (17/1/2017), pagi.

Ia mengatakan, para penolak pabrik semen sudah menggelar aksi beberapa pekan di depan kantor Gubernur. Pihaknya sengaja tak mengusir para penolak pabrik, karena hal itu bagian dari hak berdemokrasi.

HALAQOH - Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dan Pengasuh Ponpes al-Anwar Rembang KH Maemun Zubair, saat menghadiri Halaqoh Himpunan Alumni al-Anwar Sarang (HIMMA) Jateng-Jatim di Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Sabtu (15/10/2016) malam.
HALAQOH - Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dan Pengasuh Ponpes al-Anwar Rembang KH KH Maimun Zubair, saat menghadiri Halaqoh Himpunan Alumni al-Anwar Sarang (HIMMA) Jateng-Jatim di Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Sabtu (15/10/2016) malam.

"Saya kan nggak nyaman, yang kontra tiap hari di depan kantor Gubernur, sangatlah tidak demokratis kalau saya usir," ujarnya.

Ganjar juga mengungkapkan, bahwa sejak mereka menggelar aksi di depan kantor Gubernur, dirinya sudah banyak menerima keluhan dari sejumlah instansi swasta maupun pemerintah yang ada di sekitar Jalan Pahlawan, Kota Semarang.

"Saya juga banyak nerima komplain, sebab speakernya banyak sekali dan keras suaranya, sebab ada banyak kantor layanan publik di situ. Tapi saya nggak enak kalau menyampaikan, nanti saya dikira alergi kritik. Kita kalau lagi rapat, juga terganggu sebenarnya," ungkapnya.

Politikus PDI Perjuangan ini mengungkapkan, belum lama ini dirinya kembali bertemu dengan Pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang, Rembang, KH Maimun Zubair atau Mbah Maimun. Menurutnya, Mbah Maimun, telah kembali meminta agar pabrik semen tetap berlanjut.

"Saya beberapa hari ini ketemu Mbah Maimun, beliau mengatakan pada saya, Mas Ganjar yang minta semen ke sini itu dulu saya, mohon dilanjutkan. Dua hari lalu saya ketemu beliau, dan beliau menanyakan lagi, pokoknya semen harus ada. Ini Mbah Maimun lho ya," ungkapnya.

Melalui sambungan telepon, Koordinator JMPPK, Gunretno mengungkapkan, dalam aksi yang akan digelar hari ini secara besar-besaran, meminta agar ada audiensi dengan Pemprov Jateng. Selain itu juga meminta diberikan salinan SK Gubernur tentang pencabutan izin lingkungan tertanggal 16 Januari 2017.

"Kami minta audiensi, kalau simpang siur malah beritanya tidak jelas. Sebab yang kami terima hanya berita di media, kami harap dijelaskan secara langsung," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved