Senin, 20 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mengenali Cara Penularan Bakteri Antraks dari Manusia ke Manusia

Bakteri Bachillus Anthracis yang menyebabkan penyakit antraks mempunyai spora yang menyebabkan penyebarannya tergolong cepat.

Editor: iswidodo
net
ilustrasi grafis penularan antraks 

News Analysis oleh Drh Antonia Agnes/Veterinarian

TRIBUNJATENG.COM - Bakteri Bachillus Anthracis yang menyebabkan penyakit antraks mempunyai spora yang menyebabkan penyebarannya tergolong cepat.

Penularan pada manusia bisa melalui spora yang terhirup, atau melalui luka di tubuh yang kontak dengan spora. Kemudian juga melalui daging yang tercemar bakteri ini dan termakan manusia, termasuk juga daging dari hewan yang diduga terinfeksi antraks.

Tanda-tanda di manusia tergantung dari tipe antraks yang dideritanya. Misal pada antraks cutaneus (kulit), gejalanya mula-mula adalah muncul seperti bisul kecil yang kemudian melebar menjadi luka dan menghitam. Umumnya terjadi karena bersinggungan dengan spora antraks, terutama jika kulit terluka.

Sementara, jika antraks yang menyerang pencernaan atau gastrointestinal anthrax,mula-mula akan didahului dengan mual-mual, panas demam, muntah dan pusing serta diare kehitaman karena ada perdarahan internal. Ini terjadi umumnya karena mengonsumsi daging dari hewan ternak yang terinfeksi antraks, tapi tidak dimasak dengan baik atau tepat. Selain itu juga bisa menyerang di saluran pernafasan, jika spora terhirup.

Terkait dengan hewan yang bisa terjangkit penyakit ini, hewan-hewan ternak adalah jenis hewan yang bisa terjangkit. Terutama hewan pemakan rumput, karena spora antraks bisa bertahan di tanah selama bertahun-tahun, sehingga terkadang ternak terinfeksi karena memakan rumput dari lokasi tersebut.

Sedangkan untuk gejala pada hewan, secara umum juga hampir sama dengan manusia. Seperti suhu badan di atas normal atau deman, terjadi perdarahan atau bleeding dari berbagai lubang-lubang di tubuh, seperi hidung, telinga, anus, mulut dan pori-pori tubuh.

Kadang-kadang juga sampai ambruk. Pada beberapa kasus juga tampak perutnya membesar, kemudian terjadi juga kebengkakan dan pendarahan pada organ limpa si hewan yang terjangkit antraks tersebut dan kemudian terjadi kematian mendadak.

Untuk pencegahan pada manusia dan hewan, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan. Seperti hindari kontak dengan hewan yang diduga terinfeksi, memasak daging ternak sampai matang dan tidak memakan daging yang tidak jelas dan laporkan jika ada daging yang berbau dan berlendir serta berwarna kehitaman.

Jika ada ternak yang mati mendadak dan diduga terinfeksi segera menghubungi pihak berwenang dan terkait dan jangan membedah dan memotongnya. Vaksinasi hewan dengan vaksin yang direkomendasikan serta patuhi SOP dan aturan dari pihak berwenang jika akan memasukan ternak baru.

Segera periksa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan jika mengalami gejala-gejala yang diduga terinfeksi antraks. Jika belum terlambat masih bisa dilakukan dengan antibiotik, tetapi jika terlambat akan fatal akibatnya.(tribunjateng/cetak/tribun jogja/dnh)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved