Perbankan Diminta Tahan Angka Kredit Macet di Bawah 3 Persen, Begini Saran OJK

Bukan hal yang sulit menurutnya, jika penyaluran kredit perbankan kepada para nasabah dikelola dengan baik.

Perbankan Diminta Tahan Angka Kredit Macet di Bawah 3 Persen, Begini Saran OJK
GOOGLE
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Hadad, meminta perbankan memperhatikan angka non-performance loan (NPL) agar tidak meningkat.

Muliaman mengatakan, angka NPL secara nasional hingga akhir 2016 lalu dalam batas yang rendah yakni 2,98 persen.

"Secara nasional masih dalam batas yang rendah. Pada 2016 ditutup pada angka 2,98 persen. Kurang dari 3 persen," kata Muliaman, usai mengisi Seminar di Unissula Semarang, Selasa (24/1/2017) kemarin.

Ia berharap perbankan bisa mempertahankan angka tersebut.

Bukan hal yang sulit menurutnya, jika penyaluran kredit perbankan kepada para nasabah dikelola dengan baik.

Di antaranya, kredit disalurkan setelah dilakukan penghitungan oleh analis kredit dengan baik.

Meliputi kemampuan atau kapasitas nasabah dan lainnya.

Sehingga hal itu mengurangi resiko terjadinya kredit macet atau NPL.

"NPL itu muncul karena nasabah dikasih uang tapi uangnya dibawa lari. Nah itu pasti terjadi NPL," paparnya.

Selain dilakukan penghitungan secara baik oleh analis kredit, jika usaha dikelola secara bagus dan profesional bisa mengurangi risiko NPL.

Jika demikian, bukan hal yang sulit menekan angka NPL setiap tahun. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved