Susah Dapatkan Tabung Elpiji 3 Kg, Mukayanah Pilih Kembali Masak Pakai Kayu
Di dalam dapur berdinding anyaman bambu tersebut tampak seorang wanita tua meniup tungku dari ujung lubang bambu
Penulis: rival al manaf | Editor: muslimah
Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Asap hitam mengepul dari sebuah dapur berukuran lima kali lima meter.
Di dalam dapur berdinding anyaman bambu tersebut tampak seorang wanita tua meniup tungku dari ujung lubang bambu.
Pagi itu, Selasa (31/1/2017) wanita yang bernama Mukayanah itu mengucap syukur masih bisa memasak nasi. Memasak dengan tungku dan bahan bakar kayu mungkin pemandangan yang biasa pada 20 tahun lalu.
Namun kini, setiap rumah tangga pasti sudah punya kompor gas elpiji untuk memasak. Wanita 60 tahun itu bukan tidak memilikinya di dapurnya juga tampak komporgas lengkap dengan tabung 3 kg.
"Itu gas nya habis, sudah hampir sebulan beli tabung tiga kg di sekitar sini nggak ada yang jual," terang wanita yang tinggal di Desa Karangasem Kecamatan Sayung Kabupaten Demak tersebut.
Atas dasar itulah ia kembali memilih memanfaatkan tungkunya yang sudah lama tidak terpakai. Menurutnya, di desanya lebih mudah mendapat kayu kering daripada tabung gas.
"Selain mudah juga murah, kayu bakar sekarung Rp 10 ribu, itu bisa buat masak selama satu minggu," terangnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tungku_20170201_111206.jpg)