Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Musik Bikin Anak-anak Ini Lebih Peka dan Genjot Percaya Diri

Dengan bermain musik serta memainkan alat musik, Danish M Ghossan digadang-gadang bisa menjadi sosok anak yang memiliki kepekaan

Penulis: hesty imaniar | Editor: galih pujo asmoro
Tribun Jateng/hesty imaniar
Daniel M Ghosssan tengah berlatih alat musik di tempat kursus musik Yamaha, di Jalan Halmahera, Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bagi ibu muda, Nila Effendi, musik menjadi bidang penting yang dikenalkan ke buah hatinya sejak dini.

Dengan bermain musik serta memainkan alat musik, Danish M Ghossan digadang-gadang bisa menjadi sosok anak yang memiliki kepekaan terhadap hal-hal sekitar.

“Sudah beberapa bulan ini Danish masuk sekolah musik Yamaha di Jalan Halmahera Semarang. Meski, usianya mau menginjak 4 tahun, ia merasa senang. Menurut saya dengan memasukkan anak ke tempat les musik bisa melatih kepekaan hati serta perasaannya terhadap lingkungan sekitarnya,” katanya, Jumat (3/2).

Ibu satu anak itu memutuskan untuk menambah kegiatan anak, khususnya di jalur musik bukan tanpa alasan.

Selain melihat bakat anak yang setiap hari di rumah bermain gitar dan keyboard, Danish pun akhirnya dimasukkan ke sekolah musik sejak usia dini.

“Biasanya di rumah Danish selalu melihat saya bermain gitar. Dia pun turut meniru gaya saya bermain gitar. Terkadang ia pun juga bermain keyboard yang ada di rumah. Saya coba memasukkannya ke tempat kursus musik, untuk menyalurkan kegemarannya bermain alat musik di rumah. Harapannya ia bisa lebih baik lagi dalam bermain musik,” ucapnya.

Hanya saja, ia mengakui, usia anak di kisaran 3-5 tahun, masih bersifat moody dalam bermain musik.

Ia mencontohkan, selama Danish mengikuti kelas wonderful di tempat ia kursus musik, suka semangat sekali ketika hendak berangkat kursus.

Namun, tiba-tiba sesampai di tempat les musik, ia justru ngambek.

Nila menambahkan, dalam kursus musik, usia balita masih kategori pengenalan alat musik.

“Tantangan mengikutkan anak kursus pada usia dini yaitu, sifat moody dan masih susah untuk konsentrasi. Karenanya, saya berusaha untuk terus menyemangatinya. Saat di rumah, saya juga perkenalkan alat musik dan cara memainkannya. Setidaknya ini bisa menjadi cara berlatih alat musik pada usia belia,” ujar karyawan swasta itu.

Percaya diri

Sementara bagi Meianna Purwandari, memasukkan anak ke sekolah musik bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri buah hatinya.

“Anak saya, tipe orang pemalu dan sensitif, sehingga pengaruh ke pergaulannya di sekolah sangat buruk,” ucapnya Jumat malam.

Ibu dari Keyzhafira Maulidna atau yang terkenal dengan nama Keyzha Emers ini mengaku dengan memasukkan ke sekolah musik, buah hatinya itu sedikit demi sedikit mampu bergaul dengan teman-temannya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved