Kisah Wanita Berkaki Satu Asal Ungaran Siap Menjadi Motivator Setelah Terlindas Truk
Saat kecelakaan, dua kaki Prehati terlindas truk. Untung luka pada kaki kirinya tak parah dibanding kaki kanan.
Penulis: Daniel Ari Purnomo | Editor: a prianggoro
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN- Satlantas Polres Semarang mempunyai cara unik untuk mengampanyekan tertib berlalu lintas. Mereka membentuk komunitas korban kecelakaan.
Hari Rabu (8/2), Kasatlantas Polres Semarang AKP Dwi Nugroho mengunjungi kediaman Prehati, warga Langensari Barat RT 03 RW 06, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Ia didampingi Kanit Laka Satlantas Polres Semarang Ipda Mahfudi.
Perempuan berusia sekitar 40 tahun itu merupakan korban kecelakaan lalu lintas, yang kini mengalami cacat permanen. Kaki kanannya diamputasi sebatas lutut.
Kedatangan Dwi dan Mahfudi pun disambut senang hati oleh Prehati. Ia berdiri sambil mengapit kruk di dua ketiaknya, seraya mempersilakan dua anggota kepolisian itu duduk di sofa teras rumah.
"Kedatangan kami di sini untuk mendata para korban laka yang selamat tetapi menderita fatalitas tinggi," ujar Dwi memaparkan maksud kedatangannya.
Dwi berencana membentuk Komunitas Korban Kecelakaan di Kabupaten Semarang.
Tujuannya adalah sebagai bentuk sosialisasi masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara di jalan.
"Yang kami data khususnya korban tingkat ekonomi bawah. Kami juga berupaya untuk memberi bantuan sosial supaya meringankan beban ekonomi para korban," ujarnya.
Rencana itu pun ditanggapi Prehati sebagai program yang sangat bermanfaat. Ia langsung bersedia menjadi motivator dalam setiap acara sosialisasi antisipasi kecelakaan lalu lintas.
Prehati ingin warga Kabupaten Semarang tak mengalami peristiwa yang menderanya.
"Kejadiannya sekitar bulan April 2016 lalu. Ini hasilnya," kata Prehati sambil memperlihatkan kaki kanannya yang diamputasi. AKP Dwi pun langsung mengusap dahi berulang saat mendengar cerita Prihati.
Saat kecelakaan, dua kaki Prehati terlindas truk. Untung luka pada kaki kirinya tak parah dibanding kaki kanan.
Demi menyelamatkan nyawanya, tim medis kemudian mengamputasi kaki kanan Prehati.
"Saya dibonceng keponakan yang masih SMP, naik sepeda motor. Kami bermaksud mendahului dua truk. Keponakan saya pun nekat melaju di antara dua badan truk pasir," terangnya.
Nahas, saat berupaya mendahului, dua orang itu kehilangan keseimbangan, lantaran tersenggol badan truk. Mereka terjatuh dari sepeda motor. Untungnya, tak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
"Pekerjaan saya sebelum kehilangan satu kaki adalah pembuat kue. Sekarang, saya hanya penyalur kue. Saya jual ke Pasar Babadan," tutur Prehati.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/prehati_20170209_055442.jpg)