Sabtu, 25 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Calon Pengantin Dikawal dan Dipayungi Peserta Aksi Damai 112 Sampai Katedral

Calon Pengantin Dikawal dan Dipayungi Peserta Aksi Damai 112 Sampai Katedral. "Kami merasa tersanjung karena mereka membantu dan inilah toleransi"

Editor: iswidodo
tribunnews.com
Rombongan mobil pengantin mendapat pengawalan dari peserta aksi 112. Pengantin bersyukur dan menyaksikan langsung betapa mereka pada peserta aksi 112 bertoleransi 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Hujan yang mengguyur Ibu Kota Jakarta sejak pagi hari, seolah mengiringi kebahagiaan pasangan Asido dan Felisia, Sabtu (11/2). Keduanya tersenyum sumringah, untuk mengucap janji sehidup semati. Kedua sejoli ini menikah di Gereja Katedral pukul 09.00.

Asido dan Felisia merupakan pasangan pengantin yang akan menjalankan pemberkatan di Gereja Katedral yang letaknya berdekatan dengan Masjid Istiqlal. Di saat bersamaan, sedang berlangsung aksi damai 112 di Masjid Istiqlal yang diikuti ribuan umat muslim.

Untuk menuju Gereja Katedral, mereka bersama rombongan terpaksa harus turun dari mobil dan berjalan kaki sekitar 50 meter, karena jalan menuju gereja sudah dipenuhi peserta serta terdapat beberapa kendaraan terparkir.

Mobil sedan mewah yang sudah dihias dengan bunga-bunga, berhenti di ujung jalan depan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. "Minggir-minggir ada yang mau nikah," ucap salah satu peserta Aksi Damai 112.

Atas ucapan tersebut, sontak para peserta aksi memberikan jalan untuk pasangan pengantin berserta para rombongannya.

Bahkan, beberapa peserta aksi pun memberikan pertolongan kepada pasangan tersebut dengan memayungi mereka hingga pintu masuk Gereja Katedral, sebab saat itu sedang terjadi hujan. "Kami umat Islam bertoleransi, Allahuakbar-Allahuakbar," teriak peserta aksi.

Asido dan Felisia merupakan warga Tangerang Selatan yang tinggal di Bumi Serpong Damai (BSD).

Pengalaman ini, diakui Asido tidak bisa dilupakan dan memberikan kesan tersendiri dalam hidupnya.

"Kami merasa tersanjung karena mereka membantu dan inilah toleransi umat beragama," kata Asido.

"Awal saya deg-degan dan jadwal pemberkatan ini sudah ditentukan gereja sekitar delapan bulan yang lalu, tapi kami senang mereka membantu," ucap Asido.

Hujan yang turun, tak menyurutkan para peserta aksi damai 112 yang menggelar doa bersama di Masjid Istiqlal. Mereka sudah terlihat berkumpul sehari sebelumnya dan makin terlihat ramai sebelum pelaksanaan salat subuh.

Masjid Istiqlal yang merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara pun tak mampu menampung peserta aksi damai 112. Akibatnya massa meluber dan membentuk barisan salat hingga di halaman masjid.

Di bawah guyuran hujan, peserta aksi damai ikut melantunkan doa-doa yang dikumandangkan imam salat subuh. Bahkan ada yang melantunkan doa sambil menitikkan air mata.

Dalam salat subuh berjamaah itu hadir pula cagub dan cawagub Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono, Sylviana Murni, dan Anies Baswedan serta Sandiaga Salahudin Uno.

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), Bachtiar Nasir, meminta peserta Aksi 112 waspada terhadap gerakan yang membenturkan umat Islam.

"Jangan mau umat Islam dibenturkan dengan pemerintah. Koq ini ada yang mau panas-panasin umat Islam dengan pemerintah terus," ujar Bachtiar Nasir saat memberikan tausyiah kepada peserta aksi 112 di Masjid Istiqlal, kemarin.

Dirinya mengatakan bahwa umat Islam pasti akan kalah jika dibenturkan dengan pemerintah. Bachtiar Nasir meminta umat Islam untuk sabar menghadapi provokasi yang diarahkan kepada umat Islam.

"Untuk sabar memang berat diterima. Tapi kita damai aksi kita simpati. Siap bersatu akhlakul karimah," seru Bachtiar.

Bachtiar Nasir menekankan bahwa persatuan umat penting agar NKRI tidak terpecah. "Mau kita terpecah seperti negara Arab, seperti Suriah, Mesir," ujar Bachtiar Nasir.

Di Lapangan Monas, yang tak jauh dari pelaksanaan aksi 112, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan mengingatkan agar jangan ada kelompok yang berupaya mengacaukan Jakarta terkait penyelenggaraan pilkada.

Ia memastikan akan ada penindakan jika itu terjadi. Hal ini disampaikan M Iriawan saat memberi pengarahan dalam Apel Kesiapsiagaan Pilkada DKI Jakarta kemarin.

Dalam pengarahannya Iriawan menyampaikan, bahwa Jakarta sebagai ibukota merupakan barometer negara Indonesia. Ia berharap proses pesta demokrasi lima tahunan di ibukota berlangsung aman dan tertib. Ia tidak ada ingin ada kekacauan.

"Jangan coba-coba membuat kekacauan di Jakarta. Yang melakukan itu akan berhadapan dengan kita semua," kata Iriawan di hadapan 3.500 anggota Polri, TNI dan Satpol PP peserta apel.

Iriawan menegaskan, seluruh anggota Polri dan TNI berkomitmen untuk netral dalam pilkada. Ia mengingatkan agar netralitas tersebut tetap dijaga.

"Ada segelintir manusia yang menganggap kita tidak netral. Nggak usah didengar itu. Bagaimana mungkin kita tidak netral," ujarnya.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana, dalam pengarahan ke peserta apel juga menyampaikan komitmen TNI untuk membantu kepolisian untuk mengamankan Pilkada Serentak 2017.

Selain menurunkan 5 ribu anggota Kodam Jaya untuk membantu pengamanan dari kepolisian, Teddy juga menegaskan komitmen TNI untuk netral dalam pesta demokrasi ini. "Jangan sampai ada anggota TNI Polri yang bertindak tidak netral," ujarnya. Apel pasukan pengamanan pilkada di Monas ini berlangsung di bawah guyuran hujan. (tribun/fah/coz/ther/zal)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved