Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kriminal

Miris! Anak Kelas 4 SD Sudah Bisa Buat Bong Alat Hisap Sabu

Deklarasi besar melawan narkoba digelar di Pekanbaru setelah kerusuhan di Panipahan memicu kekhawatiran publik.

Penulis: Lyz | Editor: muh radlis
IST
ILUSTRASI Narkoba jenis sabu. Dok Ist. Humas Polres Wonosobo 

Ringkasan Berita:
  • Deklarasi anti narkoba digelar di Riau sebagai respons atas keresahan warga Panipahan.
  • Warga, khususnya ibu-ibu, menyoroti dampak narkoba yang sudah menyasar anak-anak.
  • Pemerintah dan aparat akan memperkuat satgas serta upaya pemberantasan narkoba secara kolaboratif.

 

TRIBUNJATENG.COM - Deklarasi besar melawan narkoba digelar di Pekanbaru setelah kerusuhan di Panipahan memicu kekhawatiran publik.

Suara warga, khususnya para ibu, menjadi sorotan karena mengungkap kondisi memprihatinkan anak-anak yang diduga sudah terpapar narkoba.

Deklarasi “Riau Tangguh Bersih dari Narkoba” digelar di halaman Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan yang diprakarsai oleh Polda Riau ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pelajar, serta masyarakat luas.

Aksi ini menjadi respons atas kerusuhan yang sebelumnya terjadi di Kelurahan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, yang dipicu oleh keresahan warga terhadap maraknya peredaran narkoba.

Baca juga: Lampu Dimatikan, Puluhan Siswa Dipukuli: Fakta Mengejutkan di SMA Taruna Nusantara Manokwari

 

Emak-emak Panipahan Sampaikan Suara Keresahan

Dalam deklarasi tersebut, sejumlah ibu rumah tangga dari Panipahan hadir sebagai duta anti narkoba.

Salah satunya Santi, yang mengaku menempuh perjalanan panjang demi menyuarakan kondisi di kampungnya.

"Memang beberapa waktu lalu terjadi ricuh di kampung kami gara-gara peredaran narkoba.

Jadi, kami para emak-emak datang kemari untuk menyampaikan bahwa kami tidak mau lagi ada peredaran narkoba, terutama di kampung kami di Panipahan," kata Santi kepada wartawan.

Ia mengungkapkan bahwa keresahan warga telah memuncak hingga terjadi aksi mendatangi rumah yang diduga milik bandar narkoba.

" Kami senang dan bangga Pak Kapolda Riau cepat bertindak dan mengunjungi kami ke Panipahan.

Tapi, pak, kami minta harus dibasmi betul-betul peredaran narkoba, terutama bandar-bandarnya. Kami tidak mau lagi peredaran narkoba gampang di sana," ujar dia.

 

Kekhawatiran Anak-anak Terpapar Narkoba

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved