Pilkada Salatiga
Pj Wali Kota Salatiga Berharap Tidak Ada Konvoi Kemenangan
Terlebih seperti pada umumnya, tim sukses yang mengklaim paslon yang diusung menang dari hasil perhitungan mereka
Penulis: deni setiawan | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA -- Hari ini, Rabu (15/2/2017) puncak tahapan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga 2017 dilaksanakan.
Warga yang telah memiliki hak pilih atau memenuhi syarat untuk memilih di setiap tempat pemungutan suara (TPS), bakal menentukan pilihan pemimpin Kota Salatiga untuk lima tahun ke depan.
Sekadar informasi, batas waktu masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya di TPS hingga pukul 13.00. Dan setelah waktu berakhir, petugas di setiap TPS mulai melakukan perhitungan suara. Di Kota Salatiga, ada dua pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga.
Paslon nomor urut satu adalah Agus Rudianto dan Dance Ishak Palit (Rudal). Sedangkan paslon nomor urut dua yakni Yuliyanto dan Muh Haris (Yaris). Siapakah yang bakal memperoleh suara terbanyak, penentunya adalah hari ini.
Berkait hal tersebut, Penjabat (PJ) Wali Kota Salatiga Achmad Rofai berharap masyarakat Salatiga dalam memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berpartisipasi aktif dalam menentukan pemimpin mereka di Kota Salatiga. Dia juga berharap, kepada siapapun yang menang maupun kalah, dapat mematuhi tata aturan yang berlaku.
"Terlebih seperti pada umumnya, tim sukses yang mengklaim paslon yang diusung menang dari hasil perhitungan mereka, ada kemungkinan melakukan euforia. Silakan bereuforia, tetapi kami mohon jangan terlalu berlebihan," kata Rofai kepada Tribun Jateng, Rabu (15/2/2017).
Menurutnya, hasil kemenangan yang didapat selang beberapa jam setelah pukul 13.00 atau pasca penghitungan cepat yang dilakukan secara internal, bisa saja atau masih ada kemungkinan meleset. Adapun hasil pastinya adalah di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Salatiga.
"Karena itu, misal salah satu pihak paslon mengklaim menang, kami harapkan tidak melakukan konvoi kemenangan. Itu semua demi kebaikan serta kepentingan bersama. Kami tentu sangat harapkan itu agar Salatiga tetap terjaga kedamaian, kelancaran, keamanan, maupun ketertibannya," jelasnya.
Sekali lagi, tambahnya, hasil perhitungan suara yang resmi adalah yang dikeluarkan atau dipublikasikan oleh KPU Kota Salatiga. Apabila ada pihak lain yang melakukannya secara independent maupun dari internal paslon tersebut, itu semua di luar wewenang Pemkot Salatiga. Tidak ada pula larangan untuk hal itu, tetapi diharapkan dapat menahan diri untuk menunggu keputusan resmi KPU.
"Secara regulasi, konvoi kemenangan ataupun euforia secara berlebihan itu tidak diperkenankan. Kami pun akan terus berkoordinasi dengan ketua tim sukses setiap paslon untuk dapat saling menghormati, saling menjaga diri. Tim kami di lapangan pun akan terus melakukan pemantauan," tambah Kapolres Salatiga AKBP Happy Perdana Yudianto. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pj-wali-kota-salatiga-achmad-rofai_20161222_181142.jpg)