Bencana Alam
Kisah Jakfar Terpaksa Gendong Kambingnya, Selamatkan Diri dari Banjir di Brebes
ujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Brebes dan sekitarnya mengakibatkan sejumlah desa di beberapa kecamatan terendam banjir
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muslimah
Jakfar Terpaksa Gendong Kambingnya
TRIBUNJATENG.COM - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Brebes dan sekitarnya mengakibatkan sejumlah desa di beberapa kecamatan terendam banjir.
Meluapnya Sungai Pemali membuat beberapa desa di dekat sungai terpanjang di Brebes itu terendam air.
Berdasarkan pantauan Tribun Jateng, banjir terjadi di Desa Pulosari Kecamatan Brebes, Desa Sidamulya, Jagalempeni, Lengkong, Sidamulya Kecamatan Wanasari.
"Tadi malam pas hujan besar beberapa jam tidak banjir. Banjir datang pagi ini," kata Andi Muhtarrom, warga Sidamulya, Kamis (16/2).
Kedalaman banjir bervariasi. Namun, berdasarkan pantauan, paling parah terjadi di Desa Sidamulya, Lengkong, dan Jagalempeni Kecamatam Wanasari, dimana air setinggi satu meter lebih.
Sejumlah warga mengamankan harta bendanya. Warga yang merupakan petani bawang menyelamatkan bawang hasil panennya.
"Takut terendam air. Jadi (bawang merah) ditempatkan di tempat tinggi," kata Ubaidillah (41), warga Desa Salam.
Ia telah menyusun tempat susun berukuran tinggi dari bambu untuk menyelamatkan bawang merah hasil panennya itu.
Warga lain harus menggendong kambing peliharaannya dan dipindahkan ke tempat yang tidak terendam air.
"Di kandang airnya sepinggang. Kasihan kambingnya, jadi dipindah," ucap Moch Jakfar (38) warga setempat.
Tidak hanya dia yang harus mengevakuasi kambing. Ada sejumlah tetangganya juga harus menggendong kambing untuk dipindahkan.
Jalur Brebes-Kabupaten Tegal putus
Banjir menerjang belasan desa di beberapa kecamatan di Kabupaten Brebes. Hujan deras yang mengguyur wilayah Brebes beberapa jam mengakibatkan meluapnya Sungai Pemali.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes menyebut meluapnya Sungai Pemali mengakibatkan beberapa tanggul sungai jebol.
Akibatnya, jalan Brebes-Kabupaten Tegal via Jatibarang ditutup. "Jalan yang tergenang banjir ditutup total. Semua kendaraan yang akan menuju Kabupaten Tegal melalui Jatibarang dialihkan," kata Kasatlantas Polres Brebes AKP Arfan Zulkhan Sipayung, Kamis (16/2).
Polisi mengimbau agar pengendara mencari alternatif jalan lain. Pengendara dari arah Jakarta diimbau mengambil jalan Pejagan- Ketanggungungan-Prupuk. Sedangkan kendaraan dari arah timur atau Semarang bisa melewati Kota Tegal.
Tanggul jebol
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes, Eko Andalas mengatakan banjir tidak hanya menerjang desa yang ada di dekat aliran Sungai Pemali.
"Tanggul jebol juga terjadi di Sungai Cisanggarung, dan Sungai Babakan," kata Eko, kemarin.
Berdasarkan data BPBD Brebes, ada sebanyak 16 desa di beberapa kecamatan terendam banjir dengan ketinggian mulai 30 sentimeter hingga 1,5 meter.
Sementara, ada sekitar 1.500 rumah warga yang terdampak jebolnya tanggul tiga sungai akibat tidak mampu menampung debit air yang tinggi.
"Ada enam titik tanggul yang jebol karena tidak mampu menahan air meluap sehingga air menerjang ribuan rumah," tandasnya.
Sejumlah desa yang terendam banjir di antaranya Desa Kedungtukang, Terlangu, Pulosari, Padasugih, Wuangandalam, Krasak, dan Kaligangsa Wetan di Kecamatan Brebes.
Sedangkan di Kecamatan Wanasari, banjir merendam Desa Lengkong, Jagalempeni, Glonggong, Salam. Kemudian sejumlah desa di Kecamatan Losari dan Ketanggungan.
Ribuan warga mengungsi
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi sebanyak 2.000 jiwa yang rumahnya terendam banjir, Kamis (16/2).
Warga berada di tiga tenda darurat yang didirikan BPBD, SAR, Polisi dan TNI. Tenda didirikan di sekolah dan kantor pemerintahan di Desa Pulosari, Kecamatan/Kabupaten Brebes.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes Eko Andas menyatakan ribuan rumah di belasan desa yang terendam banjir itu tersebar di Kecamatan Brebes, Wanasari, Banjarharjo, Losari, Jatibarang, Songgom dan Tanjung.
"Karena tanggul jebol hinga 30 meter, rumah warga terkena limpasan air Sungai Pemali dan Sungai Babakan," ucap Eko.
Menurutnya, upaya penanganan darurat dilakukan dengan melakukan evakuasi warga yang masih berada di rumah.
Pihaknya berkoordinasi dengan SAR, polisi, TNI, dinas sosial, PMI, dan relawan untuk mengerahkan truk atau mobil bak terbuka membantu proses evakuasi.
Sepeda motor dan mobil tidak memungkinkan untuk melintas di lokasi banjir karena ketinggian air yang hingga 1,5 meter. Sampai kemarin malam proses evakuasi masih berlangsung.
Beruntung, banjir tidak menyebabkan korban jiwa. Namun ada sejumlah warga yang dilarikan ke rumah sakit terdekat karena mengalami sesak napas dan fisik lemas.
"Sampai saat ini tidak ada korban jiwa. Untuk kerugian material masih dilakukan pendataan dan penghitungan," ungkapnya.
Eko mengimbau kepada warga yang rumahnya tergenang banjir agar segera mempersiapkan diri untuk evakuasi ke tempat pengungsian atau ke rumah kerabat yang aman.
Banjir semakin tinggi dibandingkan pagi hari, selain itu, wilayah Brebes juga diguyur hujan lebat.
"Kami mengimbau warga bersedia dievakuasi karena hujan turun deras dan debit air Sungai Babakan dan Pemali meningkat. Dikhawatirkan, ketinggian banjir semakin bertambah dan membahayakan warga," imbuhnya. (mam)
Klik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/warga-desa-salam-menyelematkan-kambing-dari-banjir_20170217_075529.jpg)