Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ada 1,6 Juta Rumah Tak Layak Huni se-Jateng, Pemerintah Diminta Perbaiki Secara Keroyokan

Sampai saat ini, masih ada 1.691.660 unit RTLH yang tersebar di berbagai daerah di Jateng.

Penulis: m nur huda | Editor: a prianggoro
Tribun Jateng/Fajar Eko Nugroho
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, diminta mempercepat penanganan perbaikan Rumah Tak Layak Huni (RTLH). Sebab sampai saat ini, masih ada 1.691.660 unit RTLH yang tersebar di berbagai daerah di Jateng.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto mengungkapkan, dalam enam tahun terakhir yakni mulai 2011 sampai 2016, penanganan RTLH belum signifikan. Perbaikan RTLH baru hanya 63.273 unit. Padahal jika dibanding RTLH yang belum tertangani masih belum imbang.

Ia mendesak Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota fokus pada program-program pengentasan kemiskinan secara langsung. Adapun jutaan RTLH itu tersebar di berbagai daerah dan mayoritas di daerah yang tingkat kemiskinannya masih tinggi.

"Komposisi anggaran di APBD Jateng untuk pengentasan kemiskinan masih kurang. Penanganan RTLH masih sangat kecil," kata Yudi, Senin (20/2/2017).

Menurutnya, dalam mengatasi persoalan RTLH tak hanya mengandalkan satu dinas saja, namun perlu ada keroyokan. Misalnya masing-masing dinas membuat program pengentasan kemiskinan melalui bantuan RTLH yang nilainya hanya Rp 10 juta per unit, tentu aka nada pengurangan signifikan.

Ia mengaku, dari hasil kunjungannya di Purbalingga belum lama ini, terdapat keluarga yang tinggal di rumah seukuran 7x7 meter persegi. Rumah milik Nuryadikarta (70), di Dukuh Grumbul Kedung Ketur, Desa Pelumutan RT 1 RW 1, Kecamatan Kemangkon itu, dihuni oleh tiga kepala keluarga berisi 14 jiwa.

"Rumah itu dari papan kayu dan gedhek (anyaman bambu) tanpa kamar mandi dan jamban. Mereka mandi di tempat tetangga dan buang air besar di sungai," ungkap politikus Partai Gerindra ini.

Dari 14 jiwa itu, hanya tiga sampai empat orang yang memiliki penghasilan. Antaralain seorang berjualan tempe keliling, adik tukang pijit, dan pembuat rambut palsu. Penghasilan yang sedikit tak cukup untuk memperbaiki rumah.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah, Provinsi Jateng, Sudjarwanto mengatakan, tahun ini Pemprov Jateng menganggarkan perbaikan sejumlah 20 ribu unit RTLH. Jumlah itu meningkat dari alokasi tahun 2016 yang hanya 3.715 unit RTLH.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved