Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Cerita Wali Kota Semarang Hendi Saat Istrinya Mengandung Anak Pertama

Hendi menceritakan pengalaman saat istrinya mengandung anak pertama, dia selalu berkomunikasi dengan calon bayi.

Penulis: galih permadi | Editor: a prianggoro
tribunjateng/hermawan handaka
Walikota Semarang Hendrar Prihadi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG-Dalam rangka mewujudkan pengetahuan ibu hamil dan juga pasangannya dalam mempersiapkan generasi berkualitas, Tim Penggerak PKK Kota Semarang baru-baru ini menyelenggarakan seminar kesehatan yang digelar di Ruang Lokakrida Lantai VIII Balaikota Semarang.

Kegiatan yang bertemakan "Mempersiapkan Generasi Berkualitas Sejak Masa Kehamilan" itu diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari ibu hamil dan pasangannya, petugas gizi Puskesmas, kader PKK, Dharma Wanita, Persit dan Bhayangkara.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan bahwa generasi emas dan berkualitas berawal dari pernikahan dan masa kehamilan. Informasi dan pengetahuan yang akurat dalam mempersiapkan generasi berkualitas menjadi sesuatu yang mutlak bagi setiap pasangan keluarga.

"Setiap orang tua berkeyakinan dan berkomitmen bahwa setelah berumah tangga harapannya ingin memiliki putra-putri yang bermanfaat, sehat, cerdas dan membanggakan. Namun untuk menuju ke sana tidak bisa instan, semuanya harus melalui sebuah proses yang berawal dari kehamilan," kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi.

Dihadapan peserta, Hendi menceritakan pengalaman saat istrinya mengandung anak pertama, dia selalu berkomunikasi dengan calon bayi.

"Memang awalnya agak terasa aneh, namun dari yang Saya baca dan pahami bahwa cara demikian itu sangat penting dan baik," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi saat didaulat untuk memberikan testimoni tentang bagaimana cara mempersiapkan generasi yang berkualitas.

"Komunikasi yang efektif dengan anak harus dimulai sejak masih di dalam kandungan, misalnya dengan memberikan ASI eksklusif," ujarnya.

Tia, sapaan akrab Krisseptiana, berharap para peserta mendapatkan informasi lebih dengan adanya kegiatan ini.

"Saya harap putra putri yang ada dalam kandungan nantinya tidak hanya menjadi anak yang ganteng dan cantik saja, tetapi juga sehat dan pintar. Harapannya pada tahun 2045 menjadi anak-anak yang bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, dr. Utami Roesli, aktivis yang giat memperjuangkan hak bayi memperoleh ASI dalam materinya menyampaikan tentang pentingnya Inisiasi Menyusui Dini (IMD).

"Proses menyusui dimulai secepatnya, segera setelah lahir dengan meletakkan bayi di dada ibu sehingga kulit bayi melekat pada kulit ibu minimal selama 1 jam.

Di samping itu, melibatkan ayah dan keluarga dalam mengobservasi bayi yang baru lahir. Di antaranya dengan mengobservasi warna, pernafasan, suhu, patensi saluran nafas," ujarnya.

Nani (35) salah seorang peserta merasa senang dapat mengikuti kegiatan seminar kesehatan ini.

"Kami jadi semakin tahu dan paham tentang bagaimana melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved