Pemkot Semarang
Perempuan Harus Berani Ciptakan Ruang dan Ambil Keputusan Adaptif
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa perempuan memiliki kekuatan besar untuk memimpin
Penulis: Adi Tri | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa perempuan memiliki kekuatan besar untuk memimpin, meski masih dihadapkan pada tantangan budaya yang kerap tidak berpihak.
Menurutnya, perempuan sejak lahir telah dibekali daya luar biasa yang tercermin dari peran biologis dan sosialnya.
“Perempuan itu memiliki kekuatan besar, termasuk dalam proses kehidupan seperti melahirkan. Itu menjadi bukti bahwa perempuan punya daya yang tidak dimiliki laki-laki,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengakui bahwa perjalanan perempuan sebagai pemimpin tidak selalu mudah.
Banyak ruang yang belum sepenuhnya terbuka, bahkan sering kali perempuan hanya diberi kesempatan dalam momen-momen tertentu.
Agustina menekankan, perempuan tidak seharusnya menunggu kesempatan datang.
Sebaliknya, mereka harus aktif menciptakan ruang untuk berkembang dan berkontribusi.
“Jangan menunggu diberi ruang. Kita harus mencari dan menciptakan ruang sendiri sesuai kebutuhan kita,” tegasnya.
Dia juga menyoroti pentingnya keberanian dalam mengambil keputusan sebagai pemimpin. Menurutnya, keputusan yang diambil tidak boleh sekadar mengejar popularitas, tetapi harus bersifat adaptif dan berkelanjutan.
“Kalau hanya ingin populer, itu bisa saja dilakukan. Tapi kepemimpinan perempuan hari ini membutuhkan keputusan yang adaptif, bukan sekadar sensasi,” katanya.
Dalam konteks pembangunan daerah, Agustina mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi kota, seperti persoalan kebersihan, disabilitas, hingga inklusivitas.
Selain itu, derasnya arus investasi juga berpotensi membuat masyarakat lokal hanya menjadi penonton jika tidak diimbangi kebijakan yang tepat.
Karena itu, ia mendorong perempuan pemimpin untuk berani mengambil kebijakan strategis yang mampu menjawab tantangan tersebut.
Lebih lanjut, Agustina menekankan pentingnya keteladanan dalam kepemimpinan. Ia percaya bahwa perubahan besar dapat dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Kalau kita ingin masyarakat berubah, kita harus memberi contoh. Misalnya hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan, itu bisa menjadi budaya jika dilakukan terus-menerus,” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/260417_agustinaw.jpg)