Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Hubungan Makin Memanas, Ini Perbandingan Kekuatan Militer Malaysia Dan Korea Utara

Tanda-tanda memanasnya hubungan tersebut tercermin dari diusirnya Dubes Korut di Kuala Lumpur.

pinterest, discover military
Tank militer Korut (kiri) dan aksi pasukan elit militer Malaysia (kanan). 

Malaysia : 0,6679

keterangan : semakin rendah semakin baik

Langkah Diplomatik

Panasnya hubungan Malaysia dan Korut ini sudah membuat PBB turun tangan.

Dikutip dari Kompas.com, ketika berbicara pada acara jumpa pers harian, wakil juru bicara PBB, Farhan Haq, mengatakan, ia berharap "kedua pihak dapat menyelesaikan perbedaan apa pun melalui langkah diplomatik."

"Menyangkut kegiatan-kegiatan DPRK (Republik Demokratik Rakyat Korea, nama resmi Korut, Red), Anda akan melihat sikap-sikap (PBB) dalam pernyataan kami," kata Haq ketika menjawab pertanyaan.

"Pada dasarnya kita menginginkan DPRK kembali mematuhi semua resolusi PBB yang sedang berlaku," ujarnya.

Kementerian Luar Negeri Korut pada Senin (6/3/2017) mengumumkan Duta Besar Malaysia dianggap sebagai 'persona non grata', yang berarti ditolak.

Dengan demikian, Korut meminta sang duta besar keluar dari wilayahnya dalam waktu 48 jam.

Keputusan itu diambil setelah Malaysia juga menyatakan duta besar Korut di Kuala Lumpur, Kang Chol, "persona non grata" pada Sabtu (4/3/2017) malam di tengah perseteruan kedua negara soal penyelidikan terhadap kematian Kim Jong Nam, saudara tiri pemimpin Korut, Kim Jong Un.

Kang Chol juga telah meninggalkan Malaysia dalam waktu 48 jam setelah diusir oleh pemerintah Malaysia.

Pyongyang menuding Malaysia bersekongkol dengan pihak-pihak yang memusuhi Korut dalam penyelidikan kematian Kim Jong Nam pada Senin, 13 Februari di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Korut menolak penyelidikan kasus itu.

Warga Korut, yang memegang paspor dengan nama "Kim Chol," diserang pada 13 Februari di Terminal 2 Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur.

Setelah meminta pertolong kepada staf bandara, ia meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Pihak Malaysia mengatakan warga Korut itu tewas beberapa menit setelah ia diolesi dosis tinggi racun saraf VX yang mematikan.

PBB mengkategorikan racun VX sebagai senjata pemusnah massal.

Pyongyang menyatakan pernyataan itu merupakan tindakan anti-Korut dan menuding Kuala Lumpur melakukan persekongkolan dengan Seoul dan Washinton dengan niat memanfaatkan kematian Kim Jong Nam untuk menodai citra negaranya dan bahkan untuk menggulingkan sistem pemerintahan Kim Jong Un. (Tribunnews.com/Aji Bramastra)

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved