Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ops Simpatik Candi 2017

Warga Telogosari Ini Terkejut, Suratnya Lengkap Kok Helmnya Diminta Polisi, Ternyata

Hendi mengaku tidak menduga helm lusuh yang dipakainya diganti oleh jajaran Satlantas Polrestabes Semarang dengan helm baru.

tribunjateng/rahdyan trijoko pamungkas
Satlantas Polrestabes Semarang Bagikan Helm Gratis Pada Operasi Simpatik Candi 2017 di bundaran Tugu Muda Kota Semarang, Jumat (10/3/2017). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Hendi Suwendi (34), seorang pedagang roti, tampak grogi saat dihampiri polisi di bundaran Tugu Muda Semarang, Jumat (10/3). Polisi dari Satlantas Polrestabes Semarang itu meminta Hendi untuk menepi.

Saat itu, warga Tlogosari, Semarang itu sedang berhenti di traffic light menunggu lampu hijau. Ia hendak keliling menjajakan rotinya di daerah Pasar Karangayu.

Hendi tidak mengenakan helm standar dan tidak menalikan tali helmnya secara benar. Beruntungnya saat dihampiri, polisi tidak menilangnya. Helm lusuh yang dikenakannya diminta untuk dilepaskan.

Helm yang dikenakan itu kemudian diganti dengan helm baru oleh polisi yang memberhentikannya. “Saya kaget tadi saat berhenti tiba-tiba disamperin polisi,” ujarnya, kepada Tribun Jateng.

Hendi mengaku tidak menduga helm lusuh yang dipakainya diganti oleh jajaran Satlantas Polrestabes Semarang dengan helm baru.

Setiap hari, ia mengaku memakai helm yang tidak standar itu untuk keliling menjajakan roti. Sebenarnya ia pun sudah berniat untuk membeli helm baru.

“Awalnya saya mau beli, tapi karena sudah diberi helm baru, saya sangat berterima kasih. Ini seperti kejutan buat saya,” tuturnya

Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP, Catur Gatot Efendi menuturukan, pembagian helm gratis itu diberikan secara simbolis dalam rangka operasi Candi 2017 dan mengampanyekan taat berlalu lintas kepada para pengguna jalan.

Dia menambahkan, helm itu dibagikan kepada pengguna jalan yang menggunakan helm tidak layak untuk berkendara serta untuk anak-anak.

“Inilah satu cara kami yang bertujuan agar masyarakat mengerti operasi ini betul-betul dikemas dengan baik dan memberikan simpatik kepada masyarakat dengan memberikan helm,” jelasnya.

Gatot menuturkan, di kota Semarang saat ini masih banyak anak-anak yang tidak mengenakan helm saat ikut menaiki kendaraan bermotor. Pada Operasi Candi Simpatik 2017 itu, helm yang dibagikan kepada masyarakat berjumlah 25 unit.

“Saya berharap dengan memberikan helm secara simbolis tidak ada lagi orang tua yang membawa anaknya menggunakan sepeda motor tidak mengenakan helm. Hal ini juga untuk kepentingan dan keselamatan diri sendiri maupun anak,” terangnya. (Rahdyan Trijoko Pamungkas)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved