Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Dinas Perdagangan Keluarkan Surat Peringatan Ketiga, Pedagang Diminta Kosongkan Pasar Kobong

Agus mengatakan Dinas Perdagangan sudah memberi surat peringatan ketiga agar pedagang mengosongkan lokasi lama pada 17 Maret mendatang

Tayang:
Penulis: galih permadi | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG/HERMAWAN HANDAKA
Ratusan pedagang ikan basah dan kering Pasar Kobong geruduk Balikota Semarang, Senin (23/1/2017). Mereka menggelar unjuk rasa menolak direlokasi ke Pasar Rejomulyo. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Agus mengatakan Dinas Perdagangan sudah memberi surat peringatan ketiga agar pedagang mengosongkan lokasi lama pada 17 Maret mendatang.

"Saya harap pedagang mematuhi surat peringatan tersebut. Nanti kekurangan sarana dan prasarana akan diketahui setelah mereka menempati pasar baru. Kami tidak setuju dengan permintaan pedagang agar pasar lama direvitalisasi. Kawasan itu sebagai ruang terbuka hijau. Kami akan laporkan ke pimpinan terkait hal ini dan akan disikapi pertemuan dengan Walikota," ujarnya.

Mujib ngotot bahwa fasilitas pasar baru tidak mendukung aktivitas bongkar muat ikan. Ada enam poin tuntutan mereka di antaranya proses bongkar muat, parkir, dan luasan lapak.

"Kami belum akan pindah kalau belum diperbaiki. Kalau luasan seperti sekarang ini dagangan tidak akan cukup. Kami ini grosir terbesar kedua di Indonesia, setelah Muara Angke Jakarta," ujarnya.

Terkait surat peringatan, Mujib telah menerimanya. Namun pedagang tetap akan bertahan di pasar lama.

"Tanggal 17 Maret kami diminta pedagang yang mengambil undian untuk mengosongkan pasar lama. Tapi kami sepakat tidak akan ambil undian. Selain itu, akan dilakukan pemutusan listrik. Namun kami sudah menyurati PLN jika kami yang mengajukan dan kami yang bayar tagihan bulanan. Pemerintah tidak pernah bantu membayar listrik," ujarnya.

Selain itu, lima hari setelah surat peringatan ketiga, akan dilakukan pembongkaran melalui proses lelang. "Bangunan pasar kami yang Bukan kami tidak mendukung program pemerintah. Kami tetap tidak akan pindah sebelum enam poin perbaikan dilakukan," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved