Selasa, 5 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Duka Beruntun Markonah, Rumah di Kalialang Semarang Rusak Imbas Longsor, Cucu Tewas Kecelakaan

Duka seolah datang berlapis dialami markonah (60), warga Kampung Kalialang Lama, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. 

Tayang:
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
Kompas.com/Muchamad Dafi Yusuf
TERDAMPAK LONGSOR - Rumah Sri Wahyuni warna hijau muda sebagai tempat pengungsian warga yang rumahnya terdampak longsor di Kampung Kalialang Lama, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Selasa (5/5/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Duka seolah datang berlapis dialami markonah (60), warga Kampung Kalialang Lama, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang

Dia beserta keluarga yang terpaksa mengungsi ke kerabat karena rumahnya rusak akibat longsor, juga harus menelan pil pahit.

Senin (4/5/2026) siang, dia memperoleh kabar jika cucunya meninggal karena kecelakaan.

Saat itu cucunya diboncengkan oleh orangtuanya. Motor yang ditumpanginya kecelakaan di Silayur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Baca juga: Mahasiswa Asal Grobogan Tewas Kecelakaan, Pemotor Tabrak Truk Parkir di Pedurungan Semarang

Menteri PPPA Desak Polisi Tahan Ashari Pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo Pati

Ya, belum purna kesedihannya menatap rumah yang hancur akibat tanah longsor, dia juga harus kehilangan cucu satu-satunya yang masih berusia lima tahun. 

Cucu kesayangan yang selama ini tinggal serumah dengannya itu tewas dalam kecelakaan tragis di kawasan Silayur, Ngaliyan, Semarang pada Senin (4/5/2026).

Peristiwa ini memukul batin Markonah yang kini harus berjuang di tengah keterbatasan tempat tinggal.

“Cucu satu-satunya juga,” kata Sri Wahyuni kerabat korban seperti dilansir dari Kompas.com, Selasa (5/5/2026).

Kondisi rumah Markonah saat ini sudah tidak layak huni.

Meski dinding-dinding bangunan sudah retak parah dan berpotensi roboh jika hujan deras kembali mengguyur, Markonah dan ibu korban sempat bertahan di sana sebelum situasi semakin membahayakan.

Kini, Markonah bersama anggota keluarga lainnya terpaksa menumpang di kediaman Sri Wahyuni yang berada tepat di sebelah rumahnya.

Sempitnya ruang gerak di pengungsian menambah beban fisik dan mental bagi para penyintas bencana ini.

“Total ada sembilan orang dari tiga KK yang tinggal di rumah saya sekarang. Semoga pemerintah cepat menangani,” ucap Sri.

Ketua RT 05 RW 01 Kalialang Lama, Sabar Wahyudi menjelaskan bahwa ancaman tanah longsor di wilayahnya kian meluas.

Berdasarkan pendataan terbaru, terdapat tujuh rumah yang berpotensi terdampak, dengan tiga rumah di antaranya sudah mengalami kerusakan total hingga tak lagi bisa ditingali.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved