Marinir Kelahiran Batang Ini Pimpin Paspampres, Ingin Anggotanya Ramah Tetap Profesional
Ia menginginkan seluruh personel Paspampres ramah dan memiliki naluri untuk selalu dekat dengan masyarakat.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memimpin serah terima jabatan (sertijab) Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) di Mako Pasmpampres, Jalan Tanah Abang II, Jakarta Pusat, Selasa (14/3/2017).
Brigjen (Mar) Suhartono resmi menggantikan Mayjen (Mar) Bambang Suswantono sebagai Danpaspampres.
Adapun Mayjen Bambang ditunjuk sebagai Komandan Korps Marinir (Dankormar).
Tugas yang diemban Paspampres memiliki kekhususan dan kekhasan tersendiri.
Disamping bernilai strategis, juga penuh dinamika dan tantangan yang setiap saat datang menghadang.
Hal ini disebabkan posisi dan obyek yang menjadi sasaran utama pengamanan mereka bersifat personal dan merupakan simbol negara.
Sebagai simbol negara, mutlak diperlukan perlindungan, pengawalan dan pengamanan yang bersifat khusus.
Terjaminnya keamanan simbol negara berarti mencerminkan keamanan negara.
"Ingat, kalian adalah prajurit-prajurit terpilih yang memiliki dedikasi dan militansi sangat tinggi dalam menjamin keamanan simbol negara," tegas Jenderal Gatot Nurmantyo saat menjadi inspektur upacara (Irup) sertijab.
Brigjen Suhartono yang lahir di Batang, 15 April 1966, ini menyatakan akan meneruskan kerja-kerja komandan sebelumnya dalam meningkatkan kemampuan dan menjaga moralitas prajurit.
"Saya akan meningkatkan skill individu atau satuan dan menjaga moralitas prajurit. Hal-hal itu yang akan saya laksanakan. Perlu diketahui bahwa anggota Paspampres selalu silih berganti. Ada yang keluar ada yang masuk sehingga pembinaan tidak boleh berhenti," ujar Suhartono.
Dia juga berjanji akan terus menjaga citra Paspampres di mata masyarakat.
Ia menginginkan seluruh personel Paspampres ramah dan memiliki naluri untuk selalu dekat dengan masyarakat.
"Paspampres bukan mementingkan postur yang sangar tapi punya keramahan, punya naluri yang merakyat. Pada hakekatnya kami tak mengambil jarak dengan rakyat. Harus humanis tapi tetap profesional," jelas dia.
"Saya sudah lakukan penyesuaian dengan Beliau (Presiden Joko Widodo). Saya pelajari dinamika Beliau saat penugasan apakah di Istana atau saat di luar Istana," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/brigjen-suhartono-paspampres_20170315_000650.jpg)