Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

VIDEO Penampakan Pohon Asem Raksasa di Pasar Peterongan yang Dianggap Sakral

VIDEO Penampakan Pohon Asem Raksasa di Pasar Peterongan yang Dianggap Sakral. Konon dinamai Mbah Gosang dan tak bisa ditebang

Penulis: galih permadi | Editor: iswidodo
tribunjateng/galih permadi
Penampakan Pohon Asem Raksasa di Pasar Peterongan yang Diangap Sakral 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Semerbak wangi kemenyan menyeruak di sekitar pohon asem (Tamarindus indica) di depan Pasar Peterongan, Semarang. Sebuah gerabah ditempatkan pada sudut "pot" pohon tersebut sebagai tempat sesajen, Senin (13/3/2017).

Di sekitarnya bertebaran bunga mawar merah dan putih. Di balik hiruk pikuk Pasar Peterongan, memang terdapat sebuah pohon asem berusia ratusan tahun. Pedagang dan warga sekitar menganggapnya sakral.

Pohon itu merupakan sebuah punden yang dikenal sebagai punden Mbah Gosang.
Nama Gosang berasal dari buah pohon asem tersebut yang tak memiliki biji seperti buah asem lain.

Seorang pedagang, Cokro, menyebutkan pohon itu berkali-kali akan dirobohkan.
Namun, orang yang akan menebang mendadak jatuh sakit dan meninggal.

"Cerita keramat turun temurun seperti itu. Jadi banyak yang percaya pohon asem itu pohon sakral. Mbah Gosang menurut cerita yang pertama kali menanam pohon itu," ujar Cokro.

VIDEO Penampakan Pohon Asem Raksasa di Pasar Peterongan yang Diangap Sakral
VIDEO Penampakan Pohon Asem Raksasa di Pasar Peterongan yang Diangap Sakral (tribunjateng/galih permadi)

Tradisi ziarah di lokasi itu masih rutin digelar. Setiap 10 Suro bahkan ada tradisi gebyuran.
Jadi pada tanggal tersebut, para pedagang menggelar selamatan.

Beberapa tetek bengek ritual pun disiapkan antara lain air, kemenyan, dan bunga.
"Setelah didoakan pedagang berebut air dan bunga. Bagi orang yang percaya, bunga disimpan di kios agar dagangan laris," ujarnya.

Adapun peziarah kebanyakan datang pada malam Jumat Kliwon.

Sejarawan Semarang Djawahir Muhammad dalam buku Semarang Sepanjang Jalan Kenangan menceritakan kesakralan pohon di Pasar Peterongan ini.

Pada 1964, pengelola pasar ingin membangun kantor bagi lurah pasar.

Lokasinya berdekatan dengan punden Mbah Gosang tersebut. Untuk memudahkan pembangunan kantor, harus lebih dulu menebang pohon asam jawa itu. Banyak yang percaya pohon tersebut memiliki sisi magis.

VIDEO Penampakan Pohon Asem Raksasa di Pasar Peterongan yang Diangap Sakral
VIDEO Penampakan Pohon Asem Raksasa di Pasar Peterongan yang Diangap Sakral (tribunjateng/galih permadi)

Pengelola pasar pun membuat sebuah sayembara. Isinya, siapa saja yang mampu menebang pohon asam tersebut akan mendapat penghargaan.

Ada seorang kiai asal Pleburan, Semarang Selatan, yang memberanikan diri. Beberapa cabang dan ranting berhasil dipotong tapi tiba-tiba dia sakit. Beberapa hari kemudian, tersiar kabar sang kiai itu meninggal.

Seorang pedagang, Rokhayah, mengatakan jelang 10 Sura, pedagang memberi sumbangan sukarela untuk menggelar bancakan. Dalam ritual tersebut disediakan ingkung dan bubur sura. "Intinya biar diberi keselamatan dan kelancaran," paparnya.

Pelestari cagar budaya, Kriswandono, mengatakan usia pohon tersebut sudah ratusan tahun.
Keberadaannya pun dipertahankan ketika Pasar Peterongan dikonservasi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved