Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pria Ini Menangis Melihat Orang Gila Dipukuli Dituduh Penculik, Dia Pun Buru Orgil Dikirim ke RSJ

Saya saja menangis saat tahu ada orang gila yang dipukuli warga Ringinarum karena dicurigai penculik. Kasihan orang tidak salah

Penulis: dini | Editor: Catur waskito Edy
facebook
Seorang wanita dipukuli karena dituduh menculik meski belum ada bukti 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini suciatiningrum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL -- Dinas Sosial Kabupaten Kendal menghimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan informasi hoax tentang penculikan anak dengan modus berpura-pura menjadi orang gila yang di media sosial.

Kepala Dinas Sosial Kab Kendal, Kuncahyadi, merasa prihatin dengan isu yang tersebar di dunia maya yang membuat masyarakat mudah percaya dan mencurigai tiap orang gila sebagai penculik anak.

"Saya saja menangis saat tahu ada orang gila yang dipukuli warga Ringinarum karena dicurigai penculik. Kasihan orang tidak salah dan tidak tahu apa-apa dimassa sampai babak belur," ujar Kuncahyadi saat ditemui Tribun Jateng di kantornya, Jumat (17/03/2017)

Kuncahyadi mengakui akibat berita hoax tersebut hampir setiap hari pihaknya mengamankan orang gila agar tidak dimassa warga.

"Sampai saat ini, kami sudah mengirimkan 25 orang gila k RS Jiwa Dr Amino Gondohutomo, Semarang," ujarnya.

Kuncahyadi menghimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan main hakim sendiri dengan orang gila sebab dia mengakui tidak sedikit orang yanh tidak waras yang masih berkeliaran di jalan-jalan.

"Orang gila itu juga butuh perhatian kasih sayang terutama dari keluarga agar psikologisnya bisa lebih baik, bukan sebaliknya, dikucilkan, dicurigai, bahkan dimassa, " imbaunya.

Ditemui terpisah, Kapolres Kendal AKBP Firman Darmansya meminta agar masyarakat agar tidak main hakim sendiri, sebab berakibat fatal bagi korban yang salah sasaran.

Dia menyarankan apabila ada yang suatu hal mencurigakan supaya masyarakat melapor kepada aparat.

"Berita hoax tentang penculikan anak memang marak jadi masyarakat harus teliti, jangan sampai apa yang diekspos jadi bumerang karena ada UU ITE yang bisa menjerat masyarakat, prinsipnya pikir-pikir dulu sebelum menggerakkan jari di media sosial, " tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved