Pilgub Jateng 2018
Sejumlah Partai Terus Bersiap Berburu Calon Pemimpin Terbaik Jawa Tengah
Sejumlah pengurus partai politik di Jateng mengakui pihak internalnya saat ini tengah melakukan persiapan penjaringan figur pasangan calon gubernur
Penulis: m nur huda | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Sejumlah pengurus partai politik di Jateng mengakui pihak internalnya saat ini tengah melakukan persiapan penjaringan figur pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung dalam Pilgub Jateng 2018.
Meski demikian, geliat itu tak menarik minat Wakil Gubernur Jateng, Heru Sudjatmoko, untuk lebih tampil ke publik. Heru mengatakan, pernah berbincang dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengenai pelaksanaan Pilgub Jateng 2018.
Namun, ia menegaskan sampai saat ini belum memiliki niat untuk kembali mendampingi Ganjar jika partai pengusungnya mencalonkan kembali.
“Kalau saya sadar diri, saya sudah tua. Saya sudah sampaikan ke beliau (Ganjar-Red), saya ibarat barang pak, kalau ada yang masih bisa dibutuhkan ya diambil, kalau sudah tidak ya sudah, saya tidak mikir, betul,” ungkapnya, Selasa (28/3), mengulang perbincangannya dengan Gubernur.
Saat ini, Heru menuturkan, telah memasuki usia 66 tahun, tepatnya pada 13 Juni 2017. Meski secara fisik masih terlihat sehat dan bugar, menurut dia, untuk maju kembali dalam kontestasi tingkat provinsi tak hanya sekadar butuh sehat.
“Saya hampir 66 tahun, meski tak terkait umur dan meski sehat itu penting, tapi sehat saja tak cukup kalau ingin nyalon,” ujarnya.
Dengan kondisi itu, mantan Bupati Purbalingga itu menyatakan, sejak menjabat sebagai Wakil Gubernur mendampingi Ganjar sejak 2013 lalu, hingga kini tak mempersiapkan diri untuk kembali bertarung di pilgub.
“Persiapan jaringan juga tidak, persiapan duit apalagi. Jadi kalau ditanya siap apa tidak, ya jangan tanya itu,” tukasnya.
Meski secara pribadi tak ada niatan mendampingi Ganjar agar bisa melanjutkan ke periode kedua melalui Pilgub 2018, jika partai pengusungnya yakni PDI Perjuangan memerintahkan, Heru tak akan menolak.
“Kalau Allah yang menghendaki, partai menghendaki, ya saya berangkat, kalau tidak ya sudah, saya tidak akan ngoyo. Makanya saya tidak mempersiapkan apa-apa. Sudahlah, saya kerja saja semampu-mampunya,” ucapnya, sembari tersenyum.
Adapun, Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman saat di Semarang, Sabtu (25/3) lalu, mengungkapkan, proses penunjukan figur di partainya untuk menjadi kandidat calon di Pilgub muncul dari bawah. Tetapi, yang berhak memunculkan adalah dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW).
"Di Jateng dalam rakorwil ada dinamika pembahasan itu (figur kandidat), buat kami di DPP kami nanti akan menerima usulan dari DPW, kemudian kami akan berikan keputusan siapa-siapanya (calon-Red)," urainya.
Belum mampu
Sohibul mengungkapkan, dari informasi yang ia terima, menghadapi Pilkada serentak 2018 untuk Pilgub di Jateng dinilai masih relatif tenang. Hal itu mengingat belum ada figur yang muncul untuk melawan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo jika yang bersangkutan dicalonkan PDI Perjuangan.
"Dinamika di Jateng relatif tenang dibandingkan dengan beberapa daerah lain, misalnya di Jawa Barat yang bahkan sudah ada yang deklarasi," terangnya.