BREAKING NEWS : Peserta Aksi Demo Lemparkan Sandal ke Kantor Bupati Kendal
Aksi damai yang dilakukan Jaringan Masyarakat Kendal (Jamak) ditutup dengan pelemparan sandal
Laporan Wartawan TribunJateng, Dini suciatiningrum
TRIBUNJATENG.COM.KENDAL - Aksi damai yang dilakukan Jaringan Masyarakat Kendal (Jamak) ditutup dengan pelemparan sandal di depan kantor Bupati Kendal, Kamis (30/03/2017)
Pelemparan sandal tersebut merupakan simbol kekecewaan terhadal kinerja pemerintahan Bupati Kendal Dr Mirna Annisa dan Masrur Maskur memeringati satu tahun pemerintahan Bupati Kendal.
Aksi tersebut sempat ricuh saat ada satu diantara peserta yang mengambil kembali sandal menggunakan Bendera Merah Putih.
Sontak peserta demo yang lain memarahi dan mengingatkan wanita paruh baya tersebut.
Koordinator Aksi Kartiko mengungkapkan perubahan yang dijanjikan saat pilkada yang dilakukan Bupati Kenda dan Wakil Bupati kendal belum teraliasi.
"Kami menuntut program yang dijanjikan dulu, " ujarnya
Adapun tuntutan yang disuarakan JAMAK antara lain wujudkan perbaikian infrastruktur, berantas pungutan pendidikan sekolah wajar 9 bulan, wujudkan program perlindungan petani, selesaikan tunggakan pembayaran listrik penerangan jalan, wujudkan pemerintahan transparan, tindak tegas kerusakan alam dan dampak galian c, permudah perizinan.
Ratusan peserta demo melanjutkan aksi dengan berjalan kaki ke Gedung DPRD untuk menyuarakan tuntutannya.
Sementara itu Bupati Kendal Mirna Annisa meminta maaf tidak bisa mememui masyarakat yang demo karena masih menghadiri launching Wisata Alam Selo Arjuna dan Bligo di dusun Watulawang Kedungboto.
"Saya tidak bisa menemui pendemo karena bebarengan dengan launching wisata baru di Kendal, " ujar Mirna kepada anggota dewan dalam rapat paripurna.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/peserta-demo-lempar-sandal-di-halaman-kantor-bupati-kendal-kamis-30032017_20170330_125948.jpg)