Yusafri Kaget Lihat Kabel Melintang, BRT yang Baru Diluncurkan pun Tabrak Pikap
Dari pengakuannya, dia berusaha menghindari kabel listrik yang melintang di atas jalan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bus Rapid Trans (BRT) Semarang bernomor lambung VI-003 dan plat H 1487 AW, yang baru diluncurkan beberapa hari lalu, menabrak mobil pikap H 1685 QQ di Jalan Pawiyatan Luhur IV/1 Bendan Duwur, Tinjomoyo, Minggu (2/4) pukul 09.00.
BRT tujuan Undip itu, dikemudikan supir cadangan, Yusafri.
Dari pengakuannya, dia berusaha menghindari kabel listrik yang melintang di atas jalan. Namun nahas, saat bersamaan, dari arah berlawanan melintas mobil pikap yang dikemudian Fajar.
Karena bus mendadak berbelok dan masuk jalur berlawanan, tabrakan antar kedua kendaraan pun tak dapat dihindarkan. Dalam kecelakaan ini, tak ada korban jiwa.
Gustaf S (26), saksi yang melihat kejadian tersebut, mengatakan, kejadian sangat cepat BRT tiba tiba berbelok dan menghantam mobil dari sisi berlawanan.
"Mungkin kondisi jalan menanjak membuat pengemudi bak terbuka kaget, karena tiba tiba BRT ada di jalur yang seharusnya untuk mobil tersebut," ujarnya.
Ia menerangkan kejadian sekitar pukul 09.00 WiB tidak ada korban jiwa.
Sementara itu, Kasubag TU BLU Trans Semarang, Ade Bhakti, saat dikonfirmasi Tribun Jateng, menuturkan kecelakaan terjadi karena pengemudi BRT menghindari kabel listrlik yang terlalu pendek.
"Tapi dari arah berlawanan melaju dengan kencang mobil bak terbuka berujung tabrakan antar keduanya," terangnya.
Ia mengatakan dalam insiden tersebut lima orang mengalami luka luka.
Sementara itu, Humas PLN Area Semarang, Sulistiyanto, mengemukakan, dari hasil cek tim teknis di lokasi kecelakaan BRT Semarang dengan mobil pikap, bahwa itu bukan kabel listrik JTR (Jaringan Tegangan Rendah) maupun SR (Sambungan Rumah) milik PLN, melainkan kabel optik. "Itu kalau dilewati BRT aman, tidak akan menyangkut," terangnya.
Menurut Kanit Laka Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Sugito, kedua belah pihak yang mengalami kecelakaan sepakat untuk menyelesaikan persoalan itu secara kekeluargaan.
"Dua pihak sepakat, tak berkenan mengikuti proses olah TKP. Maka dari itu kami tak ada LP (Laporan Polisi), termasuk kronologi pasti kecelakaan tersebut," terang AKP Sugito, melalui telepon, Minggu (2/4/).
Sugito menjelaskan, usai kejadian, tim Unit LakaSatlantas Polrestabes Semarang pun mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sayang, dua pihak pengemudi yang terlibat kecelakaan tak berkenan untuk didata.
"Alasan mereka (pihak pengemudi pikap dan BRT) hanya kerugian materiil. Tak ada korban jiwa," imbuhnya.
Sugito membeberkan tak ada korban luka dalam peristiwa itu. Ia meluruskan informasi yang beredar terkait lima orang luka ringan. "Sehat-sehat semua, tak ada yang luka kok," katanya. (dna/bud)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bus-brt-tabrakan-lawan-pickup-di-dekat-unika-banyumanik_20170402_122807.jpg)