Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

5 Senjata Kimia Paling Berbahaya di Dunia, Satu Tetes Bisa Tewaskan Satu Orang

Gas beracun sudah mulai digunakan dalam Perang Dunia I dengan tujuan untuk memutus kebuntuan perang parit

Tayang:
IST
Sejak Perang Dunia I senjata kimia sudah digunakan. Sebagai upaya menangkal efek senjata kimia, para prajurit yang bertempur harus mengenakan masker khusus. 

TRIBUNJATENG.COM - Penggunaan senjata kimia di Idlib, Suriah yang menewaskan 72 orang, termasuk puluhan anak-anak, seorang mengingatkan dunia, apapun akan dilakukan demi memusnahkan lawan dalam perang.

Gas beracun sudah mulai digunakan dalam Perang Dunia I dengan tujuan untuk memutus kebuntuan perang parit yang memakan banyak korban tetapi sedikit kemajuan.

Di masa itu, penggunaan senjata kimia belum efektif karena sangat bergantung pada topografi daerah sasaran dan arah angin.

Kini, dengan akurasi persenjataan semakin sempurna, gas beracun menjadi jauh lebih mengerikan dampaknya jika digunakan dalam peperangan,

Berikut, lima jenis senjata kimia paling berbahaya yang ada saat ini:

1. Gas VX

VX termasuk senyawa belerang organik dan diklasifikasikan sebagai gas saraf karena memengaruhi sistem transmisi sistef saraf korbannya.

VX dalam bentuk dasaranya tak berbau dan tak memiliki rasa.

Bentuk senyawa VX seperti cairan berminyak berwarna coklat.

Gas VX dikembangkan di Inggris pada 1950-an dan sangat mematikan.

Sebab, sekali dilepaskan maka gas ini membutuhkan waktu lama untuk menguap.

Jika dilepaskan dalam kondisi cuaca normal gas VX bisa bertahan beberapa hari dan dalam kondisi dingin bahkan bisa bertahan hingga beberapa bulan.

VX juga cepat bereaksi terhadap korbannya dengan gejala-gejala keracunan langsung terlihat beberapa detik setelah terpapar.

Gejala orang yang terpapar gas VX misalnya banyak mengeluarkan air liur, pupil mata menyusut, kejang-kejang, dan dada terasa sesak.

Korban VX biasanya tewas akibat tak bisa bernafas dan gagal jantung.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved