Jumat, 15 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Air Terjun Cipendok Masih Keruh, Wisata di Cilongok Terpuruk

Meski tak separah sebelumnya, air terjun Cipendok masih keruh, terutama saat turun hujan.

Tayang:
Penulis: khoirul muzaki | Editor: galih pujo asmoro
Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Wisatawan menyaksikan air terjun Cipendok, Cilongok Banyumas dari kejauhan. Dedaunan pohon dan tumbuhan hijau di sekitar air terjun berubah coklat dan kotor karena terkena percikan air terjun yang keruh bercampur lumpur. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Problem air keruh di Kecamatan Cilongok belum tuntas.

Meski tak separah sebelumnya, air terjun Cipendok masih keruh, terutama saat turun hujan.

Pengelola Wanawisata Curug Cipendok Krusharto mengatakan, keruhnya aliran sungai Cipendok bukan hanya berdampak sosial dan menyusahkan warga.

Industri pariwisata Cipendok yang mengandalkan curug sebagai ikon wisata turut terpukul, lantaran tingkat kunjungan wisatawan merosot.

Tak tanggung-tanggung, Krusharto mengatakan, pihaknya kehilangan 6 ribu pengunjung sejak air curug mulai keruh, tengah Desember 2016 hingga awal April 2017 ini.

"Jika di tahun sebelumnya pada periode sama, mulai Desember sampai Maret, ada 10 ribu kunjungan, kini hanya ada 4 ribu kunjungan, atau 6 ribu potensi kunjungan hilang,"katanya, Jumat (7/4/2017).

Dampak air keruh bukan hanya mengurangi pemasukan dari hasil penjualan tiket masuk.

Sejumlah sektor usaha pendukung disebutnya turut lumpuh.

Warung-warung di kompleks wisata sepi pelanggan karena jarang wisatawan datang.

Area parkir wisata longgar lantaran sepi kendaraan.

Industri perhotelan di komplek wisata, kata Krusharto, juga turut terimbas.

Okupansi hotel merendah seiring dengan menurunnya jumlah wisatawan ke Cipendok.

"Ini kan multiplier effects. Jika pariwisatanya lesu, sektor pendukungnya ikut lesu. Dampak sosialnya lebih besar," ucap dia.

Pengelola juga harus bekerja lebih keras untuk mengembalikan keindahan Cipendok.

Sejumlah petugas dikerahkan untuk membersihkan dedaunan hijau yang terkena lumpur di sekitar curug sehingga berubah coklat dan tak enak dipandang.

Pengelola juga harus berusaha keras untuk mengembalikan citra Cipendok agar tetap menarik di mata wisatawan.

"Kami bergerak di Medsos untuk memulihkan citra Cipendok. Kami tawarkan spot-spot lain di sekitar yang tak kalah menarik dari curug," sambungnya.

Krusharto pesimis permasalahan lumpur di hulu Cipendok bisa terselesaikan dalam waktu dekat.

Kapasitas sedimen lumpur akibat pembukaan lahan di puncak, menurut dia, mencapai ribuan ton.

Pihaknya terus berupaya berkoordinasi dengan PT Sejahtera Alam Energy (SAE) untuk memulihkan kondisi air di lereng gunung Slamet itu.

"PT SAE juga prihatin, dan kita cari jalan terbaik menyelesaikan masalah lumpur ini. Karena menyangkut hajat hidup orang banyak," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved