Breaking News
Kamis, 14 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Brebes

Tampang Oknum Polisi, Pengacara dan Wartawan Diduga Intimidasi Korban Pencabulan Adik Ipar di Brebes

Inilah tampang para oknum polisi, pengacara, dan wartawan yang intimidasi korban agar tidak lanjut ke proses hukum.

Tayang:
Penulis: Wahyu Nur Kholik | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/Dok Keluarga Korban
DITEMUI OKNUM - Empat oknum yang mengaku dari berbagai pihak saat menemui keluarga korban untuk meminta kasus pencabulan tidak dilanjut ke jalur hukum. Mereka mengaku sebagai oknum penyidik kepolisian, pengacara dan wartawan yang meminta agar kasus pencabulan tidak dilanjutkan ke proses hukum. 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Masih ingat kasus pencabulan di Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah yang dilakukan pria beristri kepada adik iparnya beberapa waktu lalu?

Kasusnya kini memulai babak baru, setelah Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) Brebes melaporkan ke Polisi.

Baca juga: Berawal dari Pelukan, Gadis Remaja 16 Tahun Dicabuli Kakak Ipar Berkali-kali Sejak 2025 di Brebes

Namun, keluarga mendapatkan intimidasi dari beberapa oknum yang mengaku dari berbagai pihak seperti pengacara, wartawan, polisi dan keluarga pelaku.

Ke empat orang tersebut mendatangi keluarga korban pada Kamis 7 Mei 2026 lalu untuk meminta damai agar kasusnya tidak dibawa ke ranah hukum.

"Yang satu mengaku sebagai penyidik, yang satu mengaku jadi apa ituh, media. Yang dua orang lagi pengacara dan sodaranya pelaku," ujar M salah satu keluarga korban saat dikonfirmasi media pada Rabu 13 Mei 2026.

M mengaku jika saat ia datang kerumah orang tua dari korban sedang di datangi oknum tersebut.

"Waktu itu saya kesitu tinggal dua orang yang mengaku jadi pengacara dan keluarga korban."

Kepada keluarga korban, oknum tersebut mengiming-imingi sejumlah uang.

Meski tidak disebutkan nominalnya.

"Gini aja, dari pada duitnya buat Polisi mending duitnya buat ngobatin anaknya (untuk berobat korban)."

"Itu kata yang ngaku-ngaku jadi pengacara," ungkapnya meniru perkataan oknum yang mengaku pengacara.

Keluarga korban juga di takut-takuti dengan serentetan pemeriksaan kasus yang menggunakan uang.

"Terus nanti kalau tes psikologi juga bayar sampai 3 juta," kata oknum tersebut ditirukan M.

Tak gentar begitu saja, pihak keluarga menolak dengan tegas tawaran tersebut dan tetap memilih membawa kasus tersebut ke jalur hukum.

"Saya bilang sudah di kasih tau semua dari pihak PPA."

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved