Senin, 25 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

MENCURIGAKAN, Ada Luka Menganga di Telinga Kakek Tewas Bersimbah Darah

Kasatreskrim Polres Kendal AKP Aris Munandar mengatakan korban yakni Amin Abdullah (80) meninggal dunia diduga karena luka akibat senjata tajam.

Tayang:
Penulis: dini | Editor: iswidodo
tribunjateng/dini
Kasatreskrim Polres Kendal AKP Aris Munandar kerahkan anjing pelacak untuk menyelidiki tewasnya Amin Abdullah (80) yang diduga karena luka akibat senjata tajam, Jumat 7 April 2017 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dini Suciatiningrum

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Kasatreskrim Polres Kendal AKP Aris Munandar mengatakan korban yakni Amin Abdullah (80) meninggal dunia diduga karena luka akibat senjata tajam.

"Di tubuh korban ditemukan luka menganga pada telinga sebelah kiri dan punggung dilihat dari lukanya kemungkinan karena senjata tajam, " ujar Aris, Jumat (07/04/2017).

Terkait barang bukti, Aris mengungkapkan pihaknya menemukan tas ransel yang berisi pakaian di kebun pisang yang berjarak sekitar 7 meter dari rumah.

Kasatreskrim Polres Kendal AKP Aris Munandar kerahkan anjing pelacak untuk menyelidiki tewasnya Amin Abdullah (80) yang diduga karena luka akibat senjata tajam, Jumat 7 April 2017
Kasatreskrim Polres Kendal AKP Aris Munandar kerahkan anjing pelacak untuk menyelidiki tewasnya Amin Abdullah (80) yang diduga karena luka akibat senjata tajam, Jumat 7 April 2017 (tribunjateng/dini suci)

Meski demikian, Aris belum bisa memastikan apakah tas ransel hitam itu terkait dengan peristiwa tersebut.

"Kami belum bisa simpulkan dugaan sementara karena akan kami dalami apakah ada keterlibatan pihak dalam atau tidak, " imbuhnya.

Amin Abdullah (80) ditemukan tewas berlumuran darah di kamar tidur kayu di rumahnya, Desa Juwiring Rt 4, RW 3, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal, Jumat (07/04/2017)

Baca: BREAKING NEWS: Ngaisah Histeris Melihat Ayahnya Berlumuran Darah di Tempat Tidur

Putri pertama korban, Siti Ngaisyah (60) menceritakan, seperti biasa Siti Ngaisyah yang tinggal di RT 7, datang mengunjungi bapaknya yang tinggal sendiri di rumah tersebut.

"Saya biasanya kirim makanan buat bapak sekitar jam 08.00 saya cari-cari kok saya lihat masih tidur, " ujar Siti Ngaisyah.

Ngaisyah curiga sebab bapaknya tidak kunjung bangun setelah beberapa kali dia panggil. Dia mendekat dan kaget melihat bapaknya berlumuran darah di wajah dan punggung. "Saya histeris lihat kondisi bapak gitu dan teriak minta tolong pada warga" imbuhnya (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved