Rabu, 27 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Satu Jenazah Korban Tabrakan Bus ALS Diantar ke Semarang 

Satu jenazah korban kecelakaan maut bus ALS di Muratara, Sumatra Selatan, 6 Mei silam, diketahui sebagai warga Semarang.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Bram Kusuma
Tribun Jateng Hari Ini Senin 25 Mei 2026 

TRIBUNJATENG.COM, PALEMBANG – Satu jenazah korban kecelakaan maut bus Antar Lintas Sumatra (ALS) di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, 6 Mei 2026 silam, diketahui sebagai warga Semarang.

Jenazah korban, Karnovim Salim, telah diantar ke Semarang melalui jalur darat.

Proses pengantaran jenazah itu berlangsung dengan pengawalan Ditlantas Polda Sumsel. 

Karnovim Salim merupakan satu dari empat jenazah terakhir korban tewas dalam tabrakan bus ALS dan truk tangki BBM di Muratara.

Dengan teridentifikasinya empat jenazah tersebut, total 17 korban meninggal dunia di lokasi kejadian kini telah diketahui identitasnya. 

Selain Karnovim Salim, tiga korban lainnya yakni Sukardi dan Serepdo Gurning, keduanya warga Medan, Sumatra Utara, serta Sukono, warga Padang, Sumatra Barat.

Ketiga jenazah itu juga sudah dipulangkan ke kampung halaman masing-masing. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Dokkes Polda Sumsel, AKBP Andrianto mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium DNA dari Pusdokkes Polri diterima, pada Jumat (22/5) pukul 18.00.

“Setelah hasil laboratorium diterima, pagi tadi dilakukan rekonsiliasi untuk mencocokkan data ante-mortem dan post-mortem,” kata Andrianto saat konferensi pers di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Sabtu (23/5/2026). 

Jenazah pertama teridentifikasi atas nama Sukardi, laki-laki, anak biologis Mario.

Jenazah kedua diketahui bernama Serepdo Gurning, anak biologis Mona Lisa Siahaan.

Sementara jenazah ketiga teridentifikasi atas nama Sukono bin Supardi Nasution dan jenazah keempat Karnovim Salim.

Khusus Karnovim Salim, identifikasi dilakukan melalui kecocokan langsung dengan sampel pembanding berupa peci milik korban. 

“Dari hasil laboratorium data post-mortem yang keluar, seluruh jenazah sudah teridentifikasi secara jelas. Ada kecocokan antara data ante-mortem dan post-mortem dari total 17 jenazah,” jelas Andrianto. 

“Setelah proses identifikasi selesai, RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang langsung memulangkan keempat jenazah ke daerah asal masing-masing melalui jalur darat dengan pengawalan Ditlantas Polda Sumsel,” sambungnya. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved