Polisi Tembak Mati Teroris
Berawal Polisi di Jalan Raya Ditembaki Terduga Teroris, 5 Jam Perburuan di Ladang Jagung pun Terjadi
Untuk memburu enam terduga teroris, setidaknya butuh waktu kurang lebih sekitar lima jam
TRIBUNJATENG.COM - Baku tembak seru berlangsung di Desa Beji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sekira pukul 16.11 WIB, Sabtu (8/4).
Kontak tembak antara petugas Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dan sejumlah terduga teroris tersebut membawa korban enam orang tewas.
"Anggota (polisi) dan masyarakat tidak ada yang terluka," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Barung Mangera, Sabtu.
Sebelum terjadi baku tembak, para terduga teroris itu menembaki polisi lalu lintas yang sedang bertugas melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan raya kawasan Kecamatan Jenu, sekira pukul 10.00.
Ketika itu, anggota Satlantas Polres Tuban melaksanakan patroli di jalur pantura dan mencurigai mobil Daihatsu Terios putih H 9037 BZ. Namun ketika hendak diperiksa, para penumpang mobil itu melarikan diri ke arah permukiman penduduk.
Ternyata dalam mobil yang ditinggalkan di pinggir jalan itu ada sebuah paspor, 1 pesawat handy talky, 2 kitab, dan 1 kotak peluru (amunisi). Paspor atas nama Satria Aditama, sedangkan peluru berkaliber 9 mm.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rikwanto, mengatakan sebelum meninggalkan mobil, para pelaku melepaskan tembakan ke arah polisi lalu lintas. Namun tembakan itu meleset.
Tak lama kemudian tim gabungan berdatangan, termasuk Densus 88 Antiteror Polri. Tak pelak terjadi pengejaran dalam kebun jagung disertai baku tembak. Selain enam korban tewas, satu orang dapat ditangkap hidup.
"Semua bisa kami lumpuhkan. Kalau dilumpuhkan berarti mereka menggunakan senjata api untuk melakukan perlawanan," ujar Kombes Pol Frans Barung Mangare.
Identitas jenazah enam terduga teroris masih ditelusuri. "Sekarang masih diidentifikasi oleh tim dari laboratorium forensik (labfor)," ujar Frans Barung. Menurutnya, kontak senjata dengan terduga teroris terjadi mulai pukul 16.11 dan berhenti sekitar pukul 17.00 alias 50 menit.
Pengejaran di kebun jagung bermula setelah petugas Satlantas Polres Tuban meminta bantuan ke Polda Jatim dan Tim Densus 88 Antiteror. Rimbunnya ladang jagung sempat menghambat proses perburuan.
Dibawa ke Surabaya
Untuk memburu enam terduga teroris, setidaknya butuh waktu kurang lebih sekitar lima jam. Sejumlah saksi mata mengaku mendengar letusan senjata api (senpi) berulang kali dari arah ladang jagung.
Tak lama kemudian polisi dari Polres Tuban memasang police line melintang di tengah jalan persawahan dusun setempat. Polisi melarang warga melintas untuk alasan keamanan.
Kemudian muncul mobil ambulans ke lokasi. Di belakangnya terlihat polisi membawa kantung mayat berwarna kuning. Kemudian tiga mobil ambulans pengakut jenazah dari RSUD dr R Koesma mulai meninggalkan lokasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/teroris-tuban_20170408_203854.jpg)