Di Balik Kisah Kapten Inf Lasmito Diseruduk dan Luput Ditembak dalam Penggerebekan Teroris
Setelah terjadi baku tembak selama 50 menit di kebun jagung, enam terduga teroris itu tewas di tempat.
TRIBUNJATENG.COM, TUBAN -- Nyawa Komandan Rayon Militer (Koramil) 0811/01 Kota Tuban, Kapten Inf Lasmito hampir melayang saat seorang terduga teroris mengarahkan tembakan kepada perwira pertama TNI tersebut, Sabtu (8/4) lalu.
Lasmito lolos dari maut karena senjata api rakitan yang dibawa Satria Aditama (19) tak meletus alias macet.
"Senpi milik terduga teroris gagal meletus. Saya berupaya menghindar untuk menyelamatkan diri," ujar Kapten Inf Lasmito saat ditemui di Koramil 0811/01 Kota Tuban, Senin (10/4).
Ia masih ingat betul pria yang menembak itu mengenakan kaus warna hijau bertuliskan 'Slemania'.
Menurutnya, saat itu tak ada perasaan takut di benaknya
Lasmito dan sejumlah polisi melakukan pengejaran terhadap enam orang terduga teroris yang menembak dua anggota Satlantas Polres Tuban, Jawa Timur, di Pos Blackspot Terapy, Jati Peteng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sekitar pukul 10.00 WIB, Sabtu lalu.
Setelah terjadi baku tembak selama 50 menit di kebun jagung, enam terduga teroris itu tewas di tempat.
Saat ikut mengejar para terduga teroris, Lasmito mengaku tak merasa takut. Ia bahkan sempat jatuh tersungkur ke tanah akibat serudukan seorang terduga teroris.
Senjata laras panjang SS-1 Pindad yang dibawa Lasminto nyaris direbut pelaku.
Tak pelak, kontak fisik terjadi. Lasmito bergumul dengan terduga teroris di tanah lapang persis di sebelah lahan jagung.
Merasa nyawanya terancam, Lasmito terpaksa menembak terduga teroris dengan senpi laras panjang dari jarak satu meter.
Tembakannya tepat mengenai rahang sebelah kanan terduga teroris.
Peluru tajam kaliber 5, 56 milimeter menembus rahang hingga tembus ke belakang kepala terduga teroris.
"Terduga teroris tewas seketika dan tersungkur di tanah. Sedangkan saya minta anggota Polres Tuban untuk mengambil senjata rakitan yang dibawa pelaku," ungkapnya.
Sekitar 10 menit kemudian personel Korps Brigade Mobil (Brimob) Polda Jatim bersama tim Densus 88 Antiteror datang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/teroris_20170409_090626.jpg)