Yuk Wisata Menikmati Flora dari Sebelas Gunung di Kebunraya Baturraden
Bukan hanya menyuguhkan panorama flora yang memikat, kebun raya bak perpustakaan hidup bagi pengunjung.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: a prianggoro
TRIBUNJATENG.COM- Senyum Vania Wirawati mengembang saat menyaksikan ratusan bunga anggrek bermekaran di rumah Anggrek, Kebunraya Baturraden. Wisatawan asal Kabupaten Cilacap itu enggan menyiakan momentum untuk berswafoto dengan latar bunga bewarna segar.
Kekaguman mahasiswi Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto itu bertambah saat menjumpai tanaman unik pemakan daging, kantung Semar khas gunung Slamet, Nephentes Andrianii di taman Kantung Semar.
"Saya suka keindahan. Setelah tahu di sini ada taman bunga bagus, saya tertarik kesini,"katanya
Keelokan taman bunga di kebun raya menjadi magnet bagi pengunjung. Bukan hanya menyuguhkan panorama flora yang memikat, kebun raya bak perpustakaan hidup bagi pengunjung.
Keeksotisan kebun raya bukan hanya membuat hati Vania berbunga. Pikirannya kian terbuka setelah mengenali satu persatu jenis tanaman kebun raya.
"Bisa menambah pengetahuan kita mengenai tumbuhan-tumbuhan yang ada di Jawa Tengah, selain hanya berwisata,"katanya
Pengelola Kebun Raya Baturraden Nuri Jelma Megawati mengatakan, kebun raya dibuat konsep tematik “Tanaman Pegunungan Jawa.” Dengan konsep tematik tersebut, pengelola Kebun Raya mulai mengumpulkan beragam flora khas dari seluruh pegunungan di Jawa.
Kebun raya saat ini menempati lahan seluas 143,5 hektar. Hingga saat ini, kebun raya telah memiliki koleksi tanaman sebanyak 3.065 spesimen dari 581 jenis.
Koleksi tanaman itu diambil dari 11 gunung di Pulau Jawa, antara lain, Gunung Lawu, Merapi, Merbabu, Ungaran, Dieng, Tilu, Arjuna, Welirang, Ciremai, Slamet, dan Prau. Selain itu juga, Cagar Alam Pringombo Banjarnegara.
"Koleksi akan terus bertambah terus," katanya.
Pelestarian beragam flora khas dari Pegunungan Jawa itu sekaligus mempertahankam flora tersebut agar tak punah akibat keseimbangan alam di habitat aslinya terganggu.
"Paling tidak, jika tanaman di habitat asli sudah tidak ada, kami sudah melestarikannya di sini, sehingga flora itu tidak punah,"katanya.
Kebun raya saat ini memiliki empat taman tematik, meliputi Taman Liana,Taman Obat, Taman Paku-pakuan, dan Taman Flora of Java. Pengunjung tidak akan kesulitan untuk mengenali beragam flora itu karena masing-masing jenis tanaman disertakan papan informasi.
Pengelola juga siap memberikan penjelasan kepada pengunjung perihal profil tumbuhan. Sesuai fungsinya, kata Jelma, kebun raya bukan hanya ditujukan untuk wisata. Selain wisata, kebun raya berfungsi sebagai ladang konservasi, pusat penelitian, edukasi, serta jasa lingkungan.
"Tidak sekadar wisata, kami lakukan pendidikan dan tumbuhkan kecintaan pengunjung pada tumbuh-tumbuhan,"katanya.
Ide dari Megawati Soekarnoputri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/baturraden_20170415_131515.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/baturraden_20170415_131454.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kebunraya-baturraden_20170415_132534.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/baturraden_20170415_132948.jpg)