Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Siap Jadi Terdakwa, Panglima TNI Minta Anggotanya Tak Ragu Bertindak Tegas Pada Pengacau Pilkada

Panglima Gatot menegaskan, seluruh personel TNI harus menjamin keamanan warga Jakarta untuk menggunakan hak pilihnya.

Puspen TNI/Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo Menghadiri acara syukuran HUT Ke-65 Kopassus Tahun 2017, di Daerah Latihan Komando Situlembang, Bandung, Jawa Barat, Senin (17/4/2017). Panglima TNI mengatakan bahwa Komando Pasukan Khusus (Kopassus) merupakan salah satu Pasukan Khusus terbaik di dunia, banyak mengukir beberapa prestasi dan berhasil dalam melaksanakan berbagai tugas operasi, Tingkatkan Professionalisme Guna Mewujudkan Kopassus Yang Kuat Efektif, Efisien dan Dahsyat Dan Siap Melaksanakan Tugas Pokok. (Puspen TNI) 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menginstruksikan seluruh personel TNI tak takut menindak oknum yang melanggar hukum pada Pemilihan Kepala Daerah Jakarta 19 April 2017.

TNI mengerahkan sekitar 13 ribu personel di 13.024 Tempat Pemungutan Suara di seluruh Jakarta.

Panglima Gatot menegaskan, seluruh personel TNI harus menjamin keamanan warga Jakarta untuk menggunakan hak pilihnya.

Warga diharuskan aman mulai berangkat dari rumah ke TPS, sampai kembali ke rumah.

Hak memilih adalah konstitusi, sehingga negara dituntut untuk hadir.

Bila masyarakat merasa ada intimidasi dan tidak aman saat milih, artinya negara tidak hadir.

"Jika masyarakat merasa takut dan tak aman, dan tak bisa melaksankan haknya, maka negara tak hadir," ujar Gatot di Ecovention Ancol, Jakarta Utara, Selasa (18/4/2017).

Diucapkan Gatot saat memberikan arahan kepada seluruh personel TNI-Polri dalam acara apel pembekalan pasukan pengamanan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.

Gatot menjamin jika personel TNI tidak akan menduduk di kursi pesakitan saat menindak adanya bentuk intimidasi dan ancaman yang dialami masyarakat yang menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara, Rabu (19/4/2017) besok.

"Ini tugas mulia, lakukan tugasmu, pelajari betul apabila kamu melakukan tugas sesuai prosedur, apapun akibatnya untuk membuat Jakarta aman saya jamin kamu tak akan duduk di meja hijau sebagai terdakwa," ujar Gatot.

Gatot siap menghadapi proses hukum untuk membela prajuritnya.

Terutama, yang melakukan tindakan tegas kepada pihak yang mengacaukan pelaksanaan Pilkada.

"Ini direkam, yang sebagai terdakwa yang memberi perintah kamu, panglimamu sebagai terdakwa," ujar Gatot.

Gatot memerintahkan jajarannya agar tidak ragu mengambil tindakan tegas untuk melindungi masyarakat khususnya warga Jakarta saat proses pemungutan suara berlangsung.

"Selamat bertugas selamat berjuang, saat ini negara memanggil kamu untuk berperang," tambahnya.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved