Minggu, 12 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

FAKTA MENGEJUTKAN: Polisi Penembak Mobil dan Korban Tewas, Ternyata Masih Saudara

Namun, ia juga menegaskan, meskipun masih ada hubungan keluarga, proses hukum ‎ tetap berjalan, yang saat ini masih dalam pemeriksaan oleh petugas.

Sriwijaya Post/Istimewa
Mobil Diberondong 

TRIBUNJATENG.COM -- Brigadir KE, anggota Sabhara Mapolres Lubuklinggau, terduga penembak Surini (55) hingga meninggal dunia pada Selasa (18/4/2017) kemarin, ternyata masih ada hubungan saudara.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga menyatakan, berdasarkan informasi dari rumah duka saat berkunjung, KE ternyata masih ada hubungan keluarga dengan almarhumah Surini.

"Mereka baru tahu keluarga setelah kejadian ini. Bahwa keluarga KE dan Surini‎ masih ada hubungan keluarga," ungkapnya.

Namun, ia juga menegaskan, meskipun masih ada hubungan keluarga, proses hukum ‎ tetap berjalan, yang saat ini masih dalam pemeriksaan oleh petugas.

"Sanksi terberat bisa disel. Tapi kita lihat perkembangan ‎selanjutnya. Bisa jadi lebih berat lagi. Bisa jadi PDTH, tapi kita tunggu hasil selanjutnya saja," tutur Hajat.

Brigadir KE lulusan Bintara 2007.

Dalam kesehariannya, KE dikenal baik oleh para rekannya.

Bahkan, beberapa rekannya yang berdinas di Mapolres Lubuklinggau, Sumatera Selatan tidak menyangka sama sekali jika KE akan dinyatakan lalai dalam menjalankan tugas.

Selain dikenal baik, KE juga dikenal sebagai pribadi yang tak banyak berulah.

Setiap tugas yang dijalankan selalu dilakukannya dengan baik.

Selama berdinas di Mapolres Lubuklinggau, KE pernah dihukum oleh Provos karena melakukan tindakan indispliner.

"Dia (KE) tidak pernah nyeleneh, dia dikenal baik oleh para temannya. Kita tidak menghukumnya. Itulah sebabnya dia dipercaya megang senpi, karena dia baik," ungkap Kasie Propam Mapolres Lubuklinggau Iptu Awaludin.

KE sedang dalam penyelidikan oleh anggota, dan sekarang sudah ditempatkan di lokasi khusus.

Diberondong peluru saat mobil berhenti

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, mengatakan, peristiwa penembakan terhadap mobil sedan di Lubuklinggau yang berisikan tujuh orang tersebut dilakukan saat mobil sudah dalam posisi berhenti.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved