Jamuan Makan Malam dengan Keturunan RA Kartini, Kartini Jadi Inspirasi di Belanda
Berkat perjuangannya nama RA Kartini harum hingga kini. Nama pahlawan dari Rembang, Jawa Tengah itu terus dikenang hingga kini.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Berkat perjuangannya nama RA Kartini harum hingga kini. Nama pahlawan dari Rembang, Jawa Tengah itu terus dikenang hingga kini.
Jarum jam menunjukkan pukul 21.07, Selasa (18/4) malam. Sebuah mobil Toyota Hiace, berhenti di depan gedung Museum Kartini, Rembang.
Serombongan keluarga RA Kartini, yang telah ditunggu kedatangannya, turun disambut Bupati-Wakil Bupati Rembang, Abdul Hafidz dan Bayu Andriyanto.
Ratusan tamu, yang telah menunggu beberapa waktu di aula gedung Museum Kartini pun berdiri. Mata mereka tertuju kepada rombongan keluarga sang pejuang perempuan Indonesia.
Usai rombongan keluarga RA Kartini duduk di tempat yang telah disediakan, tamu hadirin segera disuguhi Tari Gambyong. Konon, tari ini adalah kesenian yang manjadi hiburan favorit Kartini, semasa hidupnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang, Dwi Purwanto mengatakan, jamuan makan malam ini untuk pertama kalinya digelar, bersama ratusan undangan, sebagai bagian dari rangkaian acara jelang peringatan Hari Kartini, yang jatuh tiap tanggal 21 April.
"Ini ramah-tamah, jamuan makan malam, dengan keluarga keturunan Kartini untuk pertama kalinya. Rombongan keluarga keturunan langsung datang dari Bekasi dan Jakarta Selatan, karena memang mereka berdomisili di sana," ucap Dwi.
Sebelum jamuan makan malam resmi digelar, usai suguhan Tari Gambyong, hadirin diajak menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan lagu wajib nasional: Ibu Kita Kartini.
Tak ada menu mewah dalam jamuan makan malam, yang juga dihadiri oleh Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Michael. Serta, para tokoh masyarakat dari Rembang.
Menurut Dwi, jamuan makan malam ini memang sengaja menghadirkan menu, yang konon disukai oleh Kartini, semasa hidupnya. Nasi kebuli, gulai lidah, udang kukus, rempah (kelapa parut goreng, yang dibentuk layaknya perkedel, red) , sate ayam bumbu ketumbar-jinten, ketep antep. Lalu ada wedang ronde, kawis, serabi kelapa, dan menu tradisional lainnya siap disantap.
Perwakilan keturunan RA Kartini, Joddy Mulya Setya Putra menyampaikan, pihak keluarga sangat mengapresiasi gelaran jamuan makan malam ini. Menurutnya, ia senang bisa menginjakkan kaki di tanah leluhurnya, dalam kesempatan itu.
"Yang jelas, dengan adanya peringatan hari ini, semoga dapat mengingat bahwa dulu ada sosok wanita yang telah berjuang sepenuh hati, membela hak-hak kaumnya," kata Joddy, singkat.
Bupati Rembang Abdul Hafidz mengatakan Kartini bukan hanya milik Indonesia. Sepak terjangnya, sambung dia, juga diakui oleh masyarakat di Negeri Kincir Angin, Belanda.
"Di Belanda, masyarakatnya juga menganggap Kartini sebagai sosok yang menginspirasi," ujarnya.
Lantaran itu, ia ingin di Rembang, Kartini benar-benar 'kembali dihidupkan'. Selama ini, menurut dia, adik perempuan dari RMP Sosrokartono itu, seolah namanya justru tenggelam di Rembang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/serombongan-keluarga-ra-kartini-yang-telah-ditunggu-kedatangannya-di-rembang_20170419_140853.jpg)